oleh

Co-Founder BukaLapak: Sistem di Indonesia Masih Semi Online

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebagai salah satu perusahaan e-commerce yang besar di Indonesia, BukaLapak tetap fokus mengikuti perkembangan dan beradaptasi supaya tidak tergerus oleh zaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Co-Founder & CFO BukaLapak Muhamad Fajrin Rasyid dalam acara temu responden 2017 dengan tema “Digitalisasi Usaha, Why Not?” yang diadakan di Ruang Serba Guna Sasana Gunung Jati Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jl. Yos Sudarso no. 5-7 Kota Cirebon hari Kamis (19/10).

Fajrin menambahkan, pada intinya adalah memberikan servis yang terbaik bagi customer, baik itu penjual maupun pembeli. Karena, dengan servis yang baik akan membuat customer nyaman menggunakan BukaLapak.

“Kita selalu memperhatikan kebutuhan dan keluhan mereka. Kita berusaha mengupgrade layanan kita. Karena itulah, rating kita di Play Store cukup tinggi untuk ukuran e-commerce,” jelasnya saat ditemui awak media usai acara.

Fajrin menambahkan, saat ini customer BukaLapak berusia sekitar 20-30 tahun. Yang terbanyak dalam transaksi adalah fashion dan aksesoris.

Di Indonesia, sistem pembayaran atau payment ini bisa dikatakan masih kurang, karena masih ada bank transfer, pembayaran melalui minimarket, sistem COD, dan lain-lain. Fajrin menjelaskan, di luar negeri seperti Cina dan Amerika, sistem pembayarannya lebih canggih sehingga customer tidak perlu repot.

“Di luar sana mereka menggunakan Paypal, jadi customer tinggal klik klik, lalu hanya menunggu barang datang saja. Jadi, di Indonesia ini masih semi online sistemnya. Ini yang harus kita kembangkan,” tuturnya.

Untukku, Fajrin selalu membuat BukaLapak terus berimprovisasi dengan tren-tren terbaru, supaya tidak hilang tergerus zaman.

“Kita membuat suatu supaya customer, baik penjual maupun pembeli bisa fokus di BukaLapak. Tapi kita juga tidak bisa melarang mereka menggunakan e-commerce lain. Kita berusaha meningkatkan layanan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed