RakyatJabarNews.com, Cirebon – Untuk mencegah terjadinya banjir, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengajak masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memperbanyak biopori atau lubang resapan. Sedangkan menanam pohon-pohon adalah untuk jangka panjangnya.
Menurutnya, bencana alam seperti banjir tidak bisa diatasi hanya dari satu sisi saja. Daerah tangkapan air saat ini masih dalam keadaan kritis, di mana hujan yang turun langsung ke tanah, tidak bisa menyerap ke tanah karena daerahnya bukan daerah tangkapan air.
“Apa yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon minimal 5 sampai 10 tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka pendek adalah memperbanyak lubang biopori,” jelasnya saat ditemui awak media usai membuka kegiatan TMMD ke-101 di Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupeten Cirebon, Rabu (4/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia melanjutkan, pembuatan lubang biopori ini tentunya tidak hanya di hulu saja, tetapi juga di tempat-tempat lainnya seperti di hutan, ladang, perkebunan, pemukiman, dan lain-lain. Dengan demikian, air tidak ada yang jatuh ke sungai, tapi semuanya meresap ke dalam tanah dalam bentuk air tanah.
“Nantinya, air tanah kita akan semakin sehat dan akhirnya akan menimbulkan banyak sumber mata air di seluruh wilayah. Sumber mata air inilah yang akan mengalirkan air ke sungai, sehingga secara alami sungai itu akan menjadi bersih dengan sendirinya,” terangnya.
Dengan besarnya manfaat biopori tersebut, Besar Harto mengaku bahwa tidak perlu diperkuat dengan MoU atau peraturan. Karena semuanya kembali kepada kesadaran pribadi untuk menyelamatkan lingkungan.
“Semua ini harus kembali pada kesadaran masyarakat, dan tentunya masyarakat pun pasti memahami hal ini,” pungkasnya.(Juf/RJN)









