oleh

Camat Sindang dan Petani Cari Solusi Atasi Kekeringan

RJN, Indramayu – Kendala yang dialami para petani saat memasuki musim gadu adalah kurangnya pasokan air baik dari sungai maupun hujan. Untuk merespons ancaman kekeringan di dua desa wilayah Kecamatan Sindang, Camat Sindang menggelar rapat koordinasi (rakor) dan diskusi dengan termasuk petani, di Aula kecamatan Sindang, Selasa (18/6/2019).

Hadir dalam rakor ini Danramil, Kapolsek, Kepala Desa se-Kecamatan Sindang, Gapoktan, UPT Pertanian, UPT Pengairan, Jasa Pompanisasi dan juga organisasi pemuda dari PK-KNPI Kecamatan Sindang. Diskusi bersama unsur terkait ini diharapkan bisa memunculkan solusi atas persoalan ancaman kekeringan.

Dalam kesempatan ini Camat Sindang, Ali Sukma mengimbau khususnya kepada kelompok Jasa Pompanisasi untuk bisa melepaskan ego sektoral,

“Kami berharap pompanisasi di wilayah sindang lebih kearah komunikasi dan koordinasi sesama kelompok jasa pompanisasi se-Kecamatan Sindang sehingga terjadi gotongroyong untuk mengairi sawah di wilayah masing-masing serta persoalan yang timbul di wilayah desa agar bisa diselesaikan ditingkat desa bersama Kepala Desa,” ingkatnya.

Pada kesempatan ini ada 4 point kesepakatan meliputi Penggelontoran air dari sungai Cimanuk sodetan lewat wilayah Desa Terusan dipool ke sungai Cipondong, Pengadministrasian Kelompok Jasa Pompanisasi secara tertib 3. Pembentukan kelompok Jasa Pompanisasi diketahui oleh Muspika, 4. Pertemuan komunikasi antara kelompok Jasa Pompanisasi minimal 1 bulan sekali.

Sebelumnya, Camat beserta Muspika semenjak hari pertama setelah libur lebaran (10/6) sudah keliling lokasi yang terancam kekeringan di damping Ketua KTNA bapak Wartaka, “dari hasil survey ke lokasi kami prediksikan bukan kekeringan, hanya ancaman kekeringan sekitar 230 hektar, waktu minggu pertama hanya 180 hektar satu minggu kemudian mencapai 230 hektar ada kenaikan 50 hektar dalam seminggu pada lokasi blok Bonjot, Karaganyar, Asem, Glatik, Kembar dan sekitarnya,” imbuh Ali.

Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sindang Iwan Gartiwan mengatakan “pemicu kekeringan itu awalnya dari ketidak kompakan petani untuk melakukan percepatan tanam sehingga terjadi potensi ada beberapa desa yang kekurangan air, jadi kedepan petani harus memperhatikan keserempakan dalam percepatan tanam,”ungkapnya.

Iwan menambahkan belajar dari pengalaman sebelumnya, dan dari hasil rakor di Kecamatan Sindang. Hari ini kita bisa menyelesaikan persoalan ini, karena kalau tidak cepat terselesaikan minggu ini bukan ancaman lagi, tapi kekeringan bakal terjadi.

Ketua PK-KNPI Kecamatan Sindang Suroso berharap persoalan hari ini yang timbul bukan persoalan baru yang menimpa di dua desa tersebut. Pembenahan sistem Jasa Pompanisasi dan irigasi itu perlu namun yang lebih harus kita perhatikan adalah bagaimana kita bersama-sama dengan pemerintah mengawal bagaimana bendungan karet Waledan itu bisa berfungsi secara maksimal untuk menahan air laut.

“Sehingga air sungai Cimanuk tidak tercampur dengan air laut maka bukan saja wilayah Sindang bahkan dua wilayah kecamatan lainnya seperti Cantigi dan Arahan pun juga akan menikmatinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terusan mengungkapkan sangat mendukung sekali upaya yang akan dilakukan oleh jasa pompanisasi di desa rambatan wetan dan panyindangn kulon namun demikian kami juga siap membantu bila mana kami dibutuhkan, “Pengglontoran air untuk pertolongan lahan yang sudah kering dari jalur irigasi kami dan jika pompa kurang kami bisa meminjamkan, untuk urusan apapun terkait masalah air kami siap membantu asal warga bonjot tertolong.

Ketua ktna dan seluruh gapoktan se-Kecamatan Sindang “Kami bersyukur dengan langkah cepat yang diambil oleh muspika sudah jauh-jauh hari turun ke lahan serta mengupayakan solusi untuk para petani di Wilayah Kecamatan Sindang. 

(ded/rjn)


Komentar

News Feed