Cakupan JKN Capai 98 Persen, BPJS Kesehatan Paparkan Capaian 2024

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 18:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (duduk, keempat dari kanan) bersama jajaran direksi dan Dewan Pengawas saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Public Expose: Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2024, yang digelar di Jakarta, Senin (14/7/2025). Acara ini menegaskan komitmen BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan JKN hingga pelosok negeri melalui berbagai inovasi digital dan kerja sama lintas sektor.

i

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (duduk, keempat dari kanan) bersama jajaran direksi dan Dewan Pengawas saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Public Expose: Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2024, yang digelar di Jakarta, Senin (14/7/2025). Acara ini menegaskan komitmen BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan JKN hingga pelosok negeri melalui berbagai inovasi digital dan kerja sama lintas sektor.

BPJS Kesehatan juga menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai (DBTFMS), seperti di wilayah-wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Kalimantan Utara. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit apung, penempatan tenaga medis, dan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan lokal yang memenuhi syarat.

Di sisi digital, BPJS Kesehatan terus menghadirkan kemudahan layanan melalui inovasi. Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA (via WhatsApp), VIKA (layanan suara interaktif), dan BPJS Kesehatan Care Center 165 menjadi pintu akses informasi, administrasi, hingga pengaduan.

“Inovasi terbaru kami di 2024 adalah layanan BPJS Kesehatan Online yang memungkinkan peserta berinteraksi via Zoom untuk mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor,” jelas Ghufron.

Inovasi digital lainnya seperti telekonsultasi, antrean online, dan fitur i-Care JKN juga makin dimanfaatkan masyarakat. Tercatat, 17,2 juta peserta telah memanfaatkan layanan telekonsultasi di 21.929 FKTP, dan lebih dari 22 ribu FKTP serta 3.132 rumah sakit telah terhubung dengan sistem antrean online.

Sementara itu, peserta dengan penyakit kronis atau yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) kini bisa memperpanjang rujukan dan menebus obat secara lebih mudah. Informasi ketersediaan tempat tidur dan jadwal operasi pun ditampilkan secara transparan untuk memberikan kepastian layanan.

“Melalui enam poin Janji Layanan JKN, kami tegaskan bahwa cukup dengan membawa KTP/NIK, peserta bisa berobat tanpa fotokopi, tanpa iur biaya, tanpa batasan hari rawat, dengan ketersediaan obat dan pelayanan yang ramah serta tanpa diskriminasi,” ujar Ghufron.

Baca Juga :  Ngantor Perdana, Walikota Bekasi Tri Adhianto Hadiri Rapat Paripurna

Di sisi keuangan, pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan pun tetap sehat dan akuntabel. BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Hingga akhir 2024, aset bersih DJS Kesehatan tercatat mencapai Rp49,52 triliun, cukup untuk membiayai klaim hingga 3,4 bulan ke depan. Sementara itu, hasil investasi mencapai Rp5,39 triliun—melampaui target tahunan.

“Selama tahun 2024, layanan JKN dimanfaatkan hingga 673,9 juta kali, atau rata-rata 1,8 juta kunjungan per hari. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan,” tambah Ghufron.

Baca Juga :  Wakil Walikota Bekasi Terus lakukan Pemantauan perbatasan Kota Bekasi dan Dapur Umum

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyatakan bahwa capaian tahun ini merupakan tonggak penting dalam fase maturitas Program JKN. Ia mengapresiasi pencapaian keuangan, peningkatan kualitas layanan, serta transparansi yang terus dijaga.

“Program JKN telah menjadi pilar strategis nasional sejak digulirkan pada 1 Januari 2014. Berkat program ini, masyarakat di kota maupun pedalaman memiliki hak yang sama atas layanan kesehatan yang layak,” ungkap Kadir.

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya sinergi antara Dewan Pengawas dan jajaran direksi dalam menjaga arah kebijakan dan keberlanjutan Program JKN di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat
Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026
Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat
GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029
NutriSari Berangkatkan 22 Mitra UMKM untuk Umroh, Ada Program Tukar Sachet
Mercedes-Benz Gelar Technician Skill Contest 2026, Uji Kompetensi 64 Teknisi dari 14 Dealer

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:02 WIB

Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat

Rabu, 16 September 2026 - 16:10 WIB

Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026

Rabu, 16 September 2026 - 08:30 WIB

Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat

Rabu, 9 September 2026 - 12:23 WIB

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Berita Terbaru