Buruh Bekasi Curhat Soal UMSK Molor ke Ridwan Kamil

- Redaksi

Selasa, 22 Mei 2018 - 15:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Buruh pabrik PT Dynaplast mengeluhkan soal Upah minimun sektoral kota (UMSK) yang keputusannya molor tahun ini. Selain itu, mereka juga mempertanyakan program unggulan kandidat Gubernur Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil untuk buruh jika terpilih sebagai gubernur Jabar 2018.

“Kami minta kalau Pak Ridwan Kamil jadi Gubernur, supaya UMSK bisa diputuskan Januari. Agar tidak ada lagi rapelan,” kata Muhaimin, Sekretaris SPSI Dynaplast kepada Ridwan Kamil yang berkunjung ke
produsen kemasan plastik di kawasan Jababeka itu, Selasa, 22 Mei 2018.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi selalu telat memutuskan UMSK. Padahal buruh menunggu keputusan tersebut segera. Seperti tahun 2018, UMSK baru diputuskan bulan Maret. “Sehingga kekurangan upah bulan Januari dan Februari dirapel. Ke depan buruh ingin Gubernur bisa tetapkan UMSK di awal tahun, yakni bulan Januari,” kata Muhaimin

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar keluhan tersebut Ridwan Kamil menyatakan, persoalan UMSK
akan jadi perhatian Gubernur ke depan. “Tidak akan dilama-lamakan, kalau menyangkut persoalan kesejahteraan buruh,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil dihadapan ratusan buruh PT Dynaplast.

Baca Juga :  KPU Kota Cirebon Menolak Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang dari Panwascam

Untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, kata Kang Emil, tidak harus menaikkan upah, tapi bisa dengan menurunkan pengeluarannya. Caranya, pemerintah harus turun tangan.

Di Bandung, tahun 2017, lanjut Kang Emil, tidak ada demo buruh. Karena Wali Kotanya mendengar aspirasi buruh. Ketika 1/3 upah buruh habis untuk transportasi maka, di Bandung, buruh difasilitasi bus gratis sehingga pengeluaran untuk transportasi bisa ditabung. Untuk buruh yang rumahnya jauh dari pabrik, disediakan bus gratis.

Ia merinci, beban transportasi buruh meliputi beli kendaraan, bahan bakar minyak menyesuaikan tempat tinggal dengan tempat bekerja. Menurut dia, buruh saat ini tidak efesien karena jarak tempat kerja dengan tempat tinggal cukup jauh. “Kerja di Kabupaten Bekasi, tinggalnya di Kota Bekasi,” kata dia.

Ia mengatakan, selain membuat tidak efisien, jarak yang jauh juga membuat buruh stres. Sebab, perjalanan membutuhkan waktu tak sedikit, belum lagi ketika jalan yang dilintasi macet. Sehingga waktu santai bersama dengan keluarga cukup sedikit karena habis di jalan.

Baca Juga :  Ali Rahman Semakin Serius Maju Menjadi Calon Wali Kota Cirebon

Karena itu, Kang Emil akan menggagas apartemen untuk buruh di sekitar tempatnya bekerja. Konsep itu diterapkan di Cina, dimana tempat tinggal buruh dengan perusahaan berdampingan. “Berangkat kerja tinggal jalan kaki atau naik sepeda,” kata dia.

Tak hanya itu, untuk mengurangi beban buruh, di Bandung saya juga buat aplikasikasi belanja murah bagi buruh. Sehingga buruh dapat membeli sembako dengan harga grosir,” kata Kang Emil.

Program Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) untuk buruh adalah, meningkatkan kesejahteraan buruh dengan membangun perumahan, rusun atau apartemen bagi buruh yang lokasinya tidak jauh dari pabrik atau di lingkungan industri.

Membangun sekolah dekat lokasi pabrik untuk. anak – anak buruh. Untuk warga lokal yang merasa tersaingi oleh pendatang karena sulit mendapat pekerjaan, juga harus dicarikan solusinya. Masalah warga lokal adalah tak mempunyai skill untuk bekerja di pabrik, maka Rindu, kata Kang Emil, akan meminta pabrik membuat training center untuk tingkatkan skill warga lokal. “Mereka ditraining 3 bulan, setelah punya skill bisa dipekerjakan di pabrik tersebut,” ujar Kang Emil.

Baca Juga :  Tingkatkan Pencapaian Target, Bapenda Cetak Massal SPPT PBB P2 Lebih Awal

Menurut Kang Emil, menaikkan
UMR/UMK ada batasnya. Karena masalah tersebut, banyak pemilik industri memindahkan pabriknya ke
Jateng dan Jatim karena buruh di sana murah. Nilai upah selisih Rp 1,5 juta dibanding di Bekasi.

“Padahal kita bisa sejahtera, tanpa harus upah naik, tapi bisa dengan menurunkan pengeluaran, seperti yang dilakukan di Kota Bandung,” kata pria yang namanya masuk dalam daftar 50 Pemimpin Terbaik Dunia 2018 versi Majalah Fortune ini.

Mendengar paparn Kang Emil, Muhaimin berharap Kang Emil dapat mewujudkan kesejahteraan buruh dengan menyediakan bus gratis, sembako murah, perumahan dan sekolah dekat pabrik hingga meningkatkan skill buruh melalui training center.

“Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) harus ada kepastian. Kalau masalah upah itu keputusan pemerintah, tapi pemimpina seperti Kang Emik kan punya cara baru untuk mensejahterakan buruh dengan mengurangi pengeluaran buruh, saya salut dengan ide Kang Emil,” ujar Muhaimin.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Selasa, 8 September 2026 - 15:13 WIB

Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029

Senin, 7 September 2026 - 16:53 WIB

PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Berita Terbaru