Bawaslu Jabar Keluhkan Pengiriman Surat Suara Tanpa Kawalan

- Redaksi

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ilustrasi surat suara pilpres 2019.

i

Ilustrasi surat suara pilpres 2019.

RJN, Bandung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar menyayangkan pengiriman surat suara Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 yang dilakukan tanpa pengawalan kepolisian. Padahal, logistik pesta demokrasi ini sangat penting sehingga keamanannya harus terjamin.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zaki Hilmi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan ke seluruh kabupaten/kota terkait distribusi logistik. Dari 27 kabupaten/kota, lima di antaranya sudah menerima surat suara, yakni Kabupaten Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Cianjur, dan Kota Banjar.

“Kami kaget pengiriman surat suara dari percetakan di Semarang tanpa pengawalan pihak keamanan, kepolisian. Padahal ini merupakan barang negara yang kategorinya rahasia,” kata Zaki di Jalan Turangga, Kota Bandung, pada Jumat (16/2/2019).

Zaki mengatakan, seharusnya KPU menyediakan pengamanan selama proses distribusi dari percetakan ke gudang-gudang penyimpanan. Namun, kata Zaki, KPU beralasan tidak memiliki anggaran untuk membayar pengamanan dalam proses pengiriman surat suara ini.

“Padahal, berdasarkan aturan, KPU harus menjamin keamanan surat suara mulai dari percetakan hingga pengiriman ke tempat pemungutan suara,” katanya.

Sementara saat Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018, setiap pengiriman surat suara dari percetakan dikawal aparat kepolisian. Seharusnya, dengan pengiriman lintas provinsi, pengamanan harus lebih ketat. Hal itu untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan harus diantisipasi sebaik mungkin.

Oleh karena itu, dia meminta pengiriman surat suara ke kabupaten/kota lainnya harus dikawal semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Surat suara ini penting, jadi harus benar-benar dijaga,” katanya.

Baca Juga :  Komitmen Prabowo-Sandi Sejahterakan Guru Honorer

Selain menyangkut surat suara, Bawaslu Provinsi Jawa Barat pun menemukan sejumlah persoalan dalam pengiriman logistik lainnya seperti kotak suara, bilik pemungutan, tinta, dan sampul. Dari 696.500 kotak suara yang dibutuhkan, lanjut Zaki, masih kekurangan sebanyak 6.708 kotak.

Zaki mengatakan dari 689.592 kotak suara yang sudah diterima, sebanyak 2.463 kotak rusak. Selain karena masih kurang, Bawaslu pun mengeluhkan kualitas kotak suara yang terbuat dari dus ini. Selain itu, Jawa Barat pun masih kekurangan bilik pemungutan sebanyak 46.415, tinta 883, dan segel 1,522 juta.

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan hampir seluruh KPU kabupaten/kota tidak memiliki gudang yang representatif. Bahkan, sebagian besarnya sama sekali tidak memiliki gudang untuk menyimpan logistik.

Baca Juga :  DLH Kabupaten Bekasi Angkut Puluhan Ton Sampai di Sungai Cikarang Hilir

Abdullah mengatakan KPU tak punya anggaran untuk sewa gudang. Sebagai solusi, saran Abdullah,  KPU bisa meminjam aset milik pemerintah daerah untuk dijadikan gudang sementara.

“Di Sumedang, Kuningan, Majalengka cukup representatif walau tak ideal. Kalau di Cirebon, Sukabumi tidak representatif, rawan terhadap cuaca buruk. Kalau begini, kan mengancam kualitas logistik,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar tidak menggunakan gudang dengan kondisi lembab dan mudah rembes air sehingga rawan terjadi kerusakan terhadap logistik Pemilu.

“Kotak suara rusak karena tempat penyimpanan (gudang) tidak sesuai dengan ketentuan. Juga tidak tersedia kantong plastik besar untuk melindungi kotak suara,” kata Abdullah.

Selain kotak suara, Bawaslu Jabar juga menyoroti segel yang berbahan tipis sehingga mudah robek. Tidak hanya itu, kualitas cetakan segel juga mudah luntur. Menurut Abdullah, kualitas segel Pemilu 2019 tidak lebih baik dibandingkan kualitas segel Pilgub 2018. “Selain menyoroti kualitas segel, kami juga mencatat ada kekurangan 1.522.080 segel,” ucap Abdullah.(ded/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto
Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang
PSI Kabupaten Bekasi Mulai Panaskan Mesin 2029, Choirul Umam: Terus Berjuang dan Hadir di Masyarakat
E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang

Berita Terbaru

Salah satu kandidat calon Ketua Umum PP KAMMI menyampaikan gagasan dalam debat kandidat Muktamar XIV KAMMI di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Jakarta

KAMMI Diajak Terlibat Aktif dalam Pembangunan Desa

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:24 WIB

Kerjasama Hubungi Kami