Anggota OPD dan DPRD Kota Cirebon Belum Melapor ke LHKPN

- Redaksi

Rabu, 14 Maret 2018 - 15:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Berdasarkan data KPK, dari 32 anggota DPRD Kota Cirebon, belum ada satupun yang melaporkan ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Sedangkan dari 69 anggota OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Cirebon, baru 3 orang saja yang melaporkannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha usai menghadiri Musrenbang Kota Cirebon di Hotel Prima, Jl. Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (14/3). Menurutnya, data tersebut dihitung per 31 Desember 2017 lalu.

Baca Juga :  Taat Prokes Covid 19, TNI dan Masyarakat Ikut Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 0509/Kab. Bekasi

“Kami mohon kepada anggota eksekutif maupun legislatif Kota Cirebon untuk segera melaporkannya,” jelasnya saat ditemui awak media usai acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, lanjutnya, saat ini sudah ada cara melaporkan secara online, yakni e-LHKPN. Jadi, tidak perlu repot-repot untuk melaporkan langsung, bisa melalui online.

Asep melanjutkan, berdasarkan UU no. 28 tahun 1999, penyelenggara negara legislatif dan eksekutif agar segera melapor LHKPN. Menurutnya, tidak ada sanksi pidana jika tidak melaporkan, tapi berupa perdata, yakni berupa sanksi administratif. Dan yang bisa memberikan sanksi tersebut adalah pimpinan dari penyelenggara negara itu sendiri, dalam hal ini adalah walikota.

Baca Juga :  Pepen Serahkan 12 Motor Dinas ke Ketua Karang Taruna Kecamatan Sekota Bekasi

“Kami berikan waktu maksimal 2 minggu dari hari ini, untuk melaporkan. Nanti ada timnya yang akan memonitor kepatuhan LHKPN,” terangnya.

Sedangkan bagi penyelenggara negara atau pegawai negeri yang menerima gratifikasi terkait jabatannya atau kewajibannya, Asep menuturkan bahwa belum ada satupun di Kota Cirebon yang melaporkannya. Hal tersebut bisa terjadi dua kemungkinan, yakni tidak adanya penerimaan, atau tidak ada yang melaporkan.

Baca Juga :  Pemkot Cirebon Bekerja Sama dengan PT Pelindo II Cirebon Gelar Penanaman Pohon

Asep menjelaskan, berdasarkan Pasal 12b tentang ketentuan pidananya, yang tidak melaporkan akan terkena pidana selama 4 hingga 20 tahun, atau denda 150 juta sampai 1 milyar. Sedangkan di Pasal 12c, apabila menerima gratifikasi, maka wajib lapor ke KPK maksimal 30 hari sejak penerimaan gratifikasi. Jika tidak, maka bisa dikenakan pidana sesuai yang dijelaskan dalam Pasal 12b tersebut.

“Bentuk gratifikasi ini nilainya bebas. Bisa berbentuk uang, barang, fasilitas, dan lainnya,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Berita Terbaru