Aneh, Quota Material Tanah Merah Sudah Habis, Galian di Lemahabang Bisa Kirim Tanah Urug untuk Proyek Gardu Induk Kanci

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 September 2018 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon– Bola panas material tanah urug merah pada Proyek Gardu Induk PLN yang berasal dari galian tanah merah di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Berawal dari hasil penyelidikan lapangan yang di lakukan oleh Petugas Polisi Pamong Praja Kecamatan Astana Japura, aktivitas pengurugan tanah merah pada proyek pembangunan Gardu Induk (Red. GI) di Desa Kanci Kecamatan Astana Japura.

Adalah Ilyas Gunawan atau IG yang membeberkan jika tanah urug merah yang digunakan oleh kontraktor pembangunan Gardu Induk (GI) berasal dari Kecamatan Lemahabang.

ADVERTISEMENT

ads"/ https://rakyatjabarnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240720-WA0020.jpg

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suherman atau biasa di sapa Anger yang menduduki jabatan Ketua pada Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon mengatakan jika quota tanah merah yang di pegang oleh pemegang ijin galian tanah merah sudah habis.

Anger menambahkan jika fakta lapangan tersebut terungkap pada saat Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon melakukan kunjungan kerja pada tanggal 2 Agustus 2018 silam, dimana lahan galian di Desa Cipeujeh Wetan Kecamatan Lemahabang yang di ekplorasi mencapai 7 Hektar sehingga melebihi batas dari ijin yang dikeluarkan yaitu 6.4 Hektar.

Masih menurut Anger jika ijin penataan lahan di Desa Cipeujeh Wetan yang seharusnya dilaksanakan paska ekplorasi galian tanah merah sampai pada saat kunjungan kerja DPRD Kabupaten Cirebon tidak terlihat dan pengusaha galian tanah merah pun terkesan kucing kucingan.

Baca Juga :  Pengukuhan DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon, Tren Make Up Fantasi

Masih menurut Anger jika masih ada aktivitas pengiriman material tanah merah yang keluar dari galian tanah merah di Desa Cipeujeh Wetan Kecamatan Lemahabang perlu di pertanyakan karena quota pada ijin sudah habis, Jumat (7/9/2018).

Sedangkan pada saat menghubungi Agus Zaenudin Kepala Cabang Dinas ESDM VII Provinsi Jawa Barat menyampaikan terkait dengan proses pengurugan dalam pembangunan pabrik/industri jika dibutuhkan tanah urugan untuk pematangan lahannya, materialnya dapat diambil dari lokasi tambang dimana saja sepanjang sudah memiliki IUP OP.

Adapun yang pertama pemegang IUP OP Oprasi Produksi dapat menjual komoditas sebagaimana yang tertuang dalam dokumen IUP OP untuk di jual kemana saja, tidak hanya ke satu titik lokasi penjualan.

“Pemegang IUP Operasi Produksi bisa menjual komoditas tambang sebagaimana tertuang didalam IUP OP kemana saja, tidak hanya ke satu titik lokasi penjualan”.

Sedangkan yang kedua Pemegang IUP OP untuk penjulanan HANYA BISA menjual komoditas tambang sebagaimana tertuang dalam dokumen IUP OPP ke SATU TITIK LOKASI PENJUALAN sebagaimana yang tertuang dalam dokumen surat Perjanjian Kerja yang menjadi salah satu syarat terbitnya IUP OPP tersebut.

Baca Juga :  Wow, Ada Primadona Baru Dari Lahan Kritis di Cirebon

“Pemegang IUP OP untuk Penjualan HANYA BISA menjual komoditas sebagaimana tertuang dalam IUP OPP ke SATU TITIK LOKASI PENJUALAN sebagaimana tertuang dalam Surat Perjanjian Kerja yang menjadi salah satu syarat terbitnya IUP OPP tersebut,” pungkasnya.

Sedangkan menurut Dadang (Red. Penjabat Kuwu Cipeujeh Kolun) membenarkan jika ada aktivitas di lokasi galian tanah merah yang dikunjungi oleh DPRD Kabupaten Cirebon.

Ditambahkan Ayo (Red. Sekdes Ciplon) jika di Desanya juga ada aktivitas pembuatan akses jalan untuk lokasi galian atas nama pengusaha lokal (Red. Warga setempat) dan telah secara resmi memberi tahukan pada pihak Pemerintah Desa Cipeujeh Kulon.

Sedangkan menurut salah seorang Petugas Pol PP Kecamatan Lemahabang mengakui jika IUP OP pada galian C di Desa Cipeujeh Kolun telah resmi dan dirinya pun memiliki salinan dari dokumen perijinannya.

“Untuk pengusaha galian warga setempat telah berijin yang di keluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Red. Pemprov Jabar) tertanggal 8 Agustus 2018 dengan luas 6.1 Hektar dengan Ijin Usaha Pertambangan Oprasi Produksi (IUP OP) jenis batuan.”

Adapun jika ada aktivitas galian tanah merah pada lokasi yang telah habis qoutanya harus segera di laporkan kepada Pol PP Kabupaten agar ditindak,”tegasnya. (ymd/RJN)

Berita Terkait

Pemberlakuan One Way Arus Balik, Jasa Marga Transjawa Tol Buka Akses Masuk Gerbang Tol Ciperna Barat
Pj Wali Kota Cirebon: Uang Identitas Negara, Gunakan dengan Baik
DPRD Kota Cirebon Bentuk Pansus LKPJ Walikota Cirebon 2023
Pj Wali Kota Hadiri Customer Gathering dan Buka Puasa Bersama Bank BJB
Pj Wali Kota Tarawih Silaturahim di Masjid Jami Al Bahar Komplek Pangkalan TNI AL Cirebon
SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Sekolah Ramah Anak dengan Ragam Program
Bupati Cirebon Minta Dipercepat Proses Pengesahan Perda KTR
Sebagai Wujud Perlindungan, YPSSI Berikan Santunan Kepada Pengemudi Maxim Di Cirebon
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 15:21 WIB

Pemberlakuan One Way Arus Balik, Jasa Marga Transjawa Tol Buka Akses Masuk Gerbang Tol Ciperna Barat

Selasa, 26 Maret 2024 - 04:43 WIB

Pj Wali Kota Cirebon: Uang Identitas Negara, Gunakan dengan Baik

Minggu, 24 Maret 2024 - 00:27 WIB

DPRD Kota Cirebon Bentuk Pansus LKPJ Walikota Cirebon 2023

Jumat, 22 Maret 2024 - 00:34 WIB

Pj Wali Kota Hadiri Customer Gathering dan Buka Puasa Bersama Bank BJB

Jumat, 22 Maret 2024 - 00:31 WIB

Pj Wali Kota Tarawih Silaturahim di Masjid Jami Al Bahar Komplek Pangkalan TNI AL Cirebon

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB