Alie Fauzi : Fasilitasi 72 Siswa Yang Terlantar Agar Bisa Menjalani Proses Belajar Mengajar

- Redaksi

Senin, 14 Agustus 2017 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alie Fauzi Saat di Wawancarai Wartawan.

RakyatJabarNews.com, Bekasi – terkait mengenai kabar tentang 72 Pelajar di SMA Negeri 10 Kota Bekasi, di Kecamatan Medansatria, tidak bisa ikut proses belajar mengajar di sekolah tersebut belakangan cukup marak terdengar.

Berdasarkan data yang dihimpun ke-72 siswa tersebut terlantar lantaran pihak sekolah tidak mengakomodir mereka meskipun mereka diterima melalui jalur zonasi. Pihak sekolah SMA 10 sendiri tidak mengakomodir siswa tersebut karena kebijakan zonasi itu tidak diterima oleh Pemprov Jabar.

Baca Juga :  Polsek Lemahabang Gelar Razia, 20 Pengendara Ditilang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alie Fauzie menejelaskan, untuk memfasilitasi 72 siswa terlantar tersebut agar segera bisa menjalani proses belajar mengajar, pihaknya bersama dengan SMA 10 membuka SMA 10 terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini kita ada titik temu sudah berjalan, alternatif yang sudah kami lakukan yaitu tentang dibukanya SMA 10 terbuka yang menginduk pada SMA 10,” kata Alie saat di wawancarai awak media di lingkungan kantor Humas Pemkot Bekasi, Senin (13/8/2017)

Baca Juga :  Mohamad Hasyim Achmad: Dari Cibitung untuk Republik, Pejuang, Politisi, dan Pengusaha Nasionalis

Pemprov Jabar kata Alie juga sudah menyetujui dibukanya SMA 10 terbuka itu dan kini kegiatan belajar mengajar di SMA terbuka 10 tersebut juga sudah berjalan.

“SMA 10 itu seizin dari provinsi, provinsi sudah mengijinkan dibukanya SMA terbuka 10, gurunya pun guru SMA 10 dan fasilitas yang digunakan pun fasilitas SMA 10,” kata Alie.

Namun demikian kata Alie meskipun memakai fasilitas SMA 10, ke-72 siswa tersebut tidak belajar menggunakan gedung SMA 10 karena ruang kelas sekolah tersebut sudah penuh. Adapun gedung yang digunakan oleh SMA terbuka 10 adalah bangunan milik yayasan Yaperti (Dekat SMA 10).

Baca Juga :  Dugaan Pungli, Wali Murid SDN 1 Cipeujeh Wetan Mengeluh

“Yayasan Yaperti sudah membuat pernyataan selama tiga tahun gedung nya boleh digunakan untuk SMA terbuka SMA 10 itu hasil keputusan akhir pihak SMA 10 dan orang tua,” tandas Alie (ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru