Dugaan Pungli, Wali Murid SDN 1 Cipeujeh Wetan Mengeluh

- Redaksi

Rabu, 14 Februari 2018 - 20:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Salah seorang wali murid bernama Siti yang ketiga anaknya bersekolah di SDN I Cipeujeh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, mengaku mengeluh keberatan karena diharuskan membayar uang Rp 60.000 per siswa. Menurutnya, uang tersebut membeli perlengkapan alat marching band.

“Karena merasa berat, saya mengusulkan, supaya anak saya yang duduk di kelas VI tidak usah bayar. Tetapi pihak sekolah tetap mewajibkan kami untuk membayar uang tersebut,“ ungkap Siti, Rabu (14/2).

Baca Juga :  Walikota Cirebon Dukung Empat Raperda Inisiasi DPRD

Saat melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah, yang bisa ditemui hanyalah salah seorang guru kelas IV, Mohamad Sama. Dirinya menjelaskan, bahwa Kepala Sekolah, H. Purhadi, sedang berada di Sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dipertanyakan kebenaran tentang adanya pungutan yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswa sebesar Rp 60.000, dirinya membenarkan hal tersebut.

“Memang benar, tetapi itu bukan pungutan, karena kami bersama Dewan Sekolah dan Perwakilan wali murid telah melakukan rapat. Intinya kami menginginkan sekolah ini memiliki perangkat marching band, dan semua Wali murid setuju untuk patungan dan persiswa dikenakan Rp 60.000. itu semua atas kesepakatan bersama,“ tutur Mohamad Sama.

Baca Juga :  Warga : Ada Atlet Jabar Sepatu Roda di Grand Wisata

Keberatan adanya pungutan tersebut, disampaikan pula oleh salah seorang wali murid yang namanya enggan disebuykan. Semula anaknya sekolah di ibu kota dan saat ini pindah ke SDN I Cipeujeh Wetan. Dia mengaku belum pernah ada yang namanya pungutan.

Baca Juga :  Menjadi Mahasiswi Sekaligus Berbisnis, Membuat Amel Semangat Belajar

Tetapi di SDN I Cipeujeh Wetan, harus membayar untuk membeli perangkat marching band. Yang membuatnya kecewa, dirinya tidak pernah diajak rapat dan menerima selebaran dalam bentuk apapun.

“Katanya sih sudah melalui rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap kelas, tetapi mereka yang jadi wakil itu mewakili siapa. Yang jelas, kami keberatan adanya pungutan tersebut,“ pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru