oleh

Akses Babelan-Muaragembong Dibangun Tahun Ini, Jadi Koridor Utama Menuju Wisata Hutan Mangrove

RJN, Bekasi – Akses menuju Kecamatan Muaragembong dari Babelan bakal dibangun di tahun ini. Pembangunan jalan ini akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pembangunan jalan penghubung dua kecamatan ini merupakan hasil Pemkab Bekasi melobi pemerintah pusat. Terlebih lagi karena di dua kecamatan tersebut terdapat PT Pertamina yang merupakan aset pemerintah.


Pembangunan jalan dari Babelan menuju Muaragembong ini tidak hanya akan menghidupkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Tapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata di kecamatan tersebut.

“Jadi, kemarin waktu ada kunjungan Pak Presiden juga sudah disikapi terkait rencana pembangunan jalan ini (Babelan-Muaragembong). Kemungkinan tahun ini juga jalan ini sudah bisa dinikmati. Pokoknya sudah bisa dinikmati, bukan dilaksanakan lagi,” kata Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, saat meninjau lokasi jalan tersebut, beberapa waktu lalu.

Eka menuturkan, aset jalan yang selama ini dimiliki PT Pertamina itu bisa diserahkan kepada pemerintah daerah. Selanjutnya bisa dikembangkan menjadi koridor utama menuju kawasan ekowisata hutan mangrove yang kini sedang dipersiapkan.

Jalan yang akan dibangun yakni di Desa Pantai Hurip Kecamatan Babelan hingga ke Desa Pantaimekar Kecamatan Muaragembong. Jika jalan sepanjang 13 kilometer tersebut sudah dibangun, maka perjalanan hanya memakan waktu sekitar setengah jam.

Sedangkan dengan kondisi saat ini, perjalan dari Desa Pantai Hurip-Desa Pantaimekar memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Kalau akses jalan ini bisa terbangun, maka Muaragembong tidak akan terbelakang,” katanya.

“Mudah-mudahan terealisasinya dalam waktu dekat ini. Jadi kita bangun jalan penghubung Muaragembong-Babelan sepanjang 13 KM dengan lebar 6 sampai 8 Meter,” lanjutnya.

Camat Muaragembong, Junaefi mengatakan, Desa Pantaimekar dipersiapkan menjadi obyek wisata hutan mangrove. Luasnya mencapai 300 hektare.

“Ada pemandangan menarik di Desa Pantaimekar yang sangat potensial digarap sebagai sektor pariwisata. Kami berharap program ini terlaksana sesuai cita-cita warga sebagai unggulan pariwisata Kabupaten Bekasi,” (advertorial/rjn)

Komentar

News Feed