RakyatJabarNews.com, Cirebon – Berubahnya skema pendapatan insentive oleh management Grab Indonesia yang dimulai hari ini, Senin (22/1), mendapat banyak keluhan dari driver Grab, khususnya Kota Cirebon.
Berdasarkan penuturan Ketua Grab Cirebon Raya (GCR) Royan Sulaiman, mengaku sangat keberatan dengan sistem yang sekarang. Menurutnya, penumpang di Cirebon belum sebanyak di kota-kota lain seperti Jakarta dan Bandung.
“Kita dapat 10 penumpang saja jarang mencapai target, apalagi sekarang 12 penumpang,” jelasnya saat ditemui awak media di basecamp GCR di bilangan Jl. Suasana Budaya Kota Cirebon, Senin (22/1).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Royan melanjutkan, Cirebon sendiri memang masuk ke dalam wilayah regional Bandung secara administratif area. Jadi, apapun kebijakan regional yang berlaku di Bawah, otomatis akan berlaku juga di Cirebon.
“Saya dan teman-teman pun kadang dilema. Mau gak mau harus ngikutin apapun yang diterap kan oleh Grab. Ditambah setiap hari semakin banyak drivernya karena terus dibukanya pendaftaran driver, entah dibatasi atau tidak kuotanya,” tuturnya.
Royan berharap, operator Grab lebih bijak lagi dalam menerapkan skema insentif. Karena, sebagian besar driver banyak yang mengejar insentive, kemudian terkena suspend.(Juf/RJN)









