Siswandi-Euis Beberkan Kronologi Dugaan Mahar Usai Diperiksa Panwaslu

- Redaksi

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kisruhnya internal Partai Koalisi Umat terkait adanya mahar dalam pasangan calon Siswandi dan Euis Fety Fatawati, membuat Panwaslu Kota Cirebon turun tangan. Setelah memeriksa Ketua DPD PKS Kota Cirebon Karso hari Selasa kemarin (16/1), kini Panwaslu memeriksa Siswandi dan Euis hari ini di kantor Panwaslu Kota Cirebon, Jl. Penamparan no. 24 Kota Cirebon, Jumat (19/1).

Setelah diperiksa oleh Panwaslu selama 2 jam, yakni dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, terdapat 27 pertanyaan, 3 peetanyaan pembuka, 4 pertanyaan penutup, dan 20 pertanyaan materi yang diajukan Panwaslu kepada Siswandi dan Euis.

Berdasarkan penuturan Siswandi usai diperiksa, memang benar bahwa ada permintaan mahar dari PKS. Dan nominalnya tersebut bahkan berubah-ubah hingga menit-menit terakhir penutupan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota 10 Januari lalu.

“Awalnya deal 500 juta. Namun kemudian ada kenaikan menjadi 750 juta. Dan ketika last minute mendekati penutupan pendaftaran, mahar tiba-tiba naik menjadi 1,5 miliar. Ini atas mandat siapa? Kenapa bisa berubah-ubah begitu?” jelas Siswandi saat ditemui awak media, Jumat (19/1).

Siswandi menceritakan kronologis tentang awal mula turunnya rekomendasi. Terdapat pertemuan 3 pimpinan partai Koalisi Umat di DPW PAN Kota Cirebon, yakni PAN, PKS, dan Gerindra pada tanggal 5 Januari 2018. Di situ ditetapkanlah bahwa calon walikota akan berasal dari Gerindra dan wakilnya dari PAN.

Baca Juga :  Ketum PPP Dampingi Jokowi Hadiri Pernikahan di Palimanan

Kemudian pada tanggal 9 Januari 2018, mahar yang semula sudah ditetapkan sebesar 500 juta, naik menjadi 750 juta. Siswandi mengetahui hal tersebut karena ditelepon oleh pihak PKS untuk mengabari kenaikan mahar tersebut.

Siswandi melanjutkan, setelah deal di angka 700 juta, pihak dari PKS kemudian akan mengambil rekomendasi ke Jakarta. Dari situ tidak ada masalah, hingga dia mendapat kabar bahwa rekomendasi sedang menuju ke Cirebon (10/1), dan akan tiba di stasiun sekitar jam 17.00 WIB.

“Waktu itu saya juga sedang di kereta menuju ke Cirebon. Begitu tiba, saya disuruh ke kantor PKS untuk menandatangani berkas-berkas. Namun, maharnya sudah naik menjadi 1,5 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Cirebon Lakukan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Forum Ulama Umaroh

Dari situ, dirinya bertanya-tanya, mengapa bisa berubah-ubah di saat menit-menit terakhir penutupan pendaftaran. “Apakah sebenarnya rekomendasi masih di Jakarta atau sudah dibawa ke Cirebon?” keluhnya.

Sedangkan Euis membenarkan apa yang disampaikan oleh Siswandi. Dirinya bahkan dikabari juga dari pihak PKS bahwa rekomendasi akan diambil ke Jakarta. Dan kemudian, dia sama terkejutnya dengan Siswandi tentang naiknya mahar menjadi 1,5 miliar. Bahkan dia mendapat kabar bahwa pihak PKS tidak mengenal siapa itu Euis.

“Tidak mungkin tidak kenal saya. Padahal DPW PKS dan saya itu satu alumni kampus yang sama, bahkan di satu grup WA yang sama. Tidak mungkin tidak kenal,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029
PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Demokrat Bekasi Turun ke Lapangan, Lomba Rakyat Meriahkan HUT RI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Selasa, 8 September 2026 - 15:13 WIB

Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029

Senin, 7 September 2026 - 16:53 WIB

PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Berita Terbaru