Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Keterangan foto: Moh Bisri Robis bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Cirebon. Dok. Pribadi

i

Keterangan foto: Moh Bisri Robis bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Cirebon. Dok. Pribadi

CIREBON – Koordinator Wilayah Bolone Mase Ciayumajakuning, Moh Bisri Robis, menilai polemik mengenai ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka tidak perlu kembali diperpanjang setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bisri menyebut putusan MK telah menegaskan kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia menilai isu mengenai ijazah lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik daripada substansi persoalan.

Menurut Bisri, pihak yang terus mempersoalkan latar belakang pendidikan Gibran merupakan kelompok yang sejak awal tidak menyukai putra Presiden ke-7 Joko Widodo tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau punya ijazah S1 pun kalau orang tidak suka, akan terus mencari-cari kesalahan,” kata Bisri, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga :  Arnanto Nurprabowo Puji Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Messi Hattrick Bikin Media Center Bergemuruh

Ia juga menyinggung pernyataan Gibran yang sebelumnya menjelaskan mengenai riwayat pendidikannya. Gibran menyatakan dirinya merupakan lulusan SMA dan melanjutkan pendidikan S1 di Singapura.

Bisri mengatakan pernyataan tersebut seharusnya menjadi bagian dari klarifikasi atas tudingan yang selama ini beredar di ruang publik.

Bisri juga menyampaikan apresiasi terhadap putusan MK yang dinilainya memberikan kepastian hukum terkait posisi Gibran sebagai Wakil Presiden.

“Terima kasih atas putusan keadilan sebagaimana secara konstitusional Mas Gibran Rakabuming Raka sah dan tetap sebagai Wakil Presiden RI. Hanya para pembenci yang selalu tidak puas. Selamat, semangat tetap kerja-kerja Mas Wapres,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Dukung Satgas Mitigasi PHK, Haryanto: Cegah PHK Sebelum Terjadi

Menurut Bisri, dukungan terhadap Gibran juga datang dari masyarakat di daerah yang menginginkan pemerintah fokus menjalankan program pembangunan.

Ia menilai hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Gibran sebagai Wakil Presiden perlu dijaga agar pemerintahan dapat bekerja secara efektif.

“Kalau melihatnya, koalisi itu solid. Antara Presiden dan Wakil Presiden sudah saling memahami. Pemerintahan itu tidak bisa selesai dalam satu periode, apalagi di tingkat negara. Butuh proses panjang,” katanya.

Bisri mengatakan masyarakat lebih membutuhkan stabilitas ekonomi, kelancaran usaha, serta terbukanya lapangan pekerjaan dibandingkan perdebatan yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

“Yang diharapkan masyarakat itu sederhana: ekonomi kondusif, usaha bisa jalan, lapangan kerja terbuka. Tapi semua itu tidak semudah membalik telapak tangan,” ujar Bisri.

Baca Juga :  Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Ia menambahkan, pembangunan nasional membutuhkan proses dan kerja berkelanjutan. Menurutnya, hasil pemerintahan tidak bisa dinilai hanya dari persoalan yang muncul dalam waktu singkat.

“Tidak ada pemimpin yang bisa langsung beres dalam semalam. Semua butuh waktu dan kerja nyata, bukan sekadar pandai bicara,” katanya.

Bisri berharap polemik mengenai ijazah Gibran tidak kembali menjadi perdebatan berkepanjangan. Ia mengajak masyarakat mengalihkan perhatian pada kinerja pemerintah, stabilitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terbaru