Cikarang – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) meninjau lokasi pengembangan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2026).
Peninjauan ini menjadi langkah awal dalam perencanaan pembangunan kawasan perumahan yang terintegrasi dengan akses transportasi intermoda.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas nasional pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lahan yang ditinjau direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, jajaran pemerintah daerah, serta Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady dan Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady.
Setelah peninjauan lapangan, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan tahapan pematangan konsep pembangunan kawasan hunian tersebut.
Tahapan ini meliputi penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme penentuan harga rumah, hingga konsep kepemilikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional sesuai arahan Presiden.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha, kami ingin memastikan pengembangan kawasan hunian ini dirancang secara matang, baik dari sisi konsep pembangunan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan oleh masyarakat,” ujar Rosan.
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Pelita Harapan juga menyampaikan komitmen untuk menghibahkan tiga bidang lahan di kawasan Cikarang kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Hibah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau dapat semakin luas,” tutup Rosan.(*)









