Banjir Rendam Margahayu, Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Lokasi

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berinteraksi dengan anak warga saat meninjau lokasi banjir di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/1/2026).

i

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berinteraksi dengan anak warga saat meninjau lokasi banjir di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/1/2026).

Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung meninjau kawasan terdampak banjir di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal sekaligus menyerap aspirasi warga yang terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Tri Adhianto menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu, terutama dari pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ketika tinggi muka air di titik pertemuan dua sungai tersebut mencapai angka 500, maka potensi banjir tidak bisa dihindari. Bahkan dalam kondisi ekstrem, ketinggian air bisa mencapai 750 hingga 850.

“Kalau sudah menyentuh angka itu, air pasti meluap. Tahun lalu kita pernah alami sampai 850 dan dampaknya jauh lebih besar,” ujar Tri.

Baca Juga :  Ibu Kandung Dianiaya, Wali Kota Bekasi Geram: Hati Saya Tersayat!

Berdasarkan data sementara, sekitar 80 rumah warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) terdampak banjir. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tri juga menyoroti masih adanya bangunan yang berdiri di sempadan sungai. Kondisi tersebut dinilai turut mempersempit aliran air dan memperparah risiko banjir.Ia menyampaikan bahwa telah ada kesepakatan dengan warga untuk melakukan pembongkaran secara mandiri agar penanganan dari pemerintah pusat bisa segera dilakukan.

“BBWS hanya bisa masuk kalau lahan sudah bersih. Jadi kita sepakati pembongkaran dilakukan secara bertahap oleh warga,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Tri, memastikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR masih mengalokasikan anggaran untuk penanganan Kali Bekasi, termasuk pembangunan pengaman tebing sungai menggunakan metode sheet pile.

Baca Juga :  AXIS Nation Cup 2025: SMK Nusantara Jakarta Pecah Rekor, SMAN 2 Mojokerto Pertahankan Gelar

“Ke depan bukan lagi bronjong. Sheet pile lebih kuat, lebih rapi, dan lebih efektif menahan debit air,” katanya.

Terkait kondisi banjir secara umum di Kota Bekasi, Tri menyebutkan air mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan. Namun di beberapa titik sepanjang DAS seperti Kali Lengkak, masih terdapat warga yang mengungsi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bekasi menyiagakan sekitar 300 unit pompa air. Sejumlah pompa yang sempat mengalami kerusakan juga telah diperbaiki dan diperkuat dengan pompa mobile milik BBWS.

“Saat ini kita operasikan empat pompa utama ditambah satu dari BBWS dengan kapasitas total sekitar 18 ribu meter kubik per detik,” ungkapnya.

Selain pompa, Pemkot Bekasi juga mengembangkan inovasi pengendalian banjir melalui pembangunan sumur resapan dalam di wilayah cekungan.

Baca Juga :  Kuliner Rasa Nusantara, Diskon Rasa Merdeka! Cuma di FOX LITE Majalaya!

Sumur tersebut saat ini telah mencapai kedalaman 40 meter dan direncanakan hingga 60 meter.

“Sudah kita uji di Jatiasih dan Bekasi Jaya, hasilnya cukup efektif. Ke depan kita mulai dari lingkungan sekolah,” ucap Tri.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan polder tetap berperan penting dalam mengurangi dampak banjir, meskipun belum sepenuhnya mampu menahan debit air ekstrem.“Polder itu sangat membantu. Tanpa polder, genangan bisa jauh lebih luas. Hujan sembilan jam tanpa henti ini memang luar biasa,” tegasnya.

Terkait pembangunan polder baru, Pemkot Bekasi kini memprioritaskan kawasan Universitas Islam 45 (Unisma) setelah mendapat dukungan dari Muhammadiyah.

“Polder bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga bisa menjadi cadangan air, ruang terbuka hijau, dan area rekreasi masyarakat,” pungkas Tri Adhianto. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Alumni BEM Nusantara Matangkan Pelantikan Pengurus Besar, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:53 WIB

Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:02 WIB

Alumni BEM Nusantara Matangkan Pelantikan Pengurus Besar, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Berita Terbaru