Mohamad Hasyim Achmad: Dari Cibitung untuk Republik, Pejuang, Politisi, dan Pengusaha Nasionalis

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 07:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. Foto : ist.

i

M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. Foto : ist.

Bekasi – Bekasi bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga tanah para pejuang. Dari bumi Cibitung, lahirlah sosok Mohamad Hasyim Achmad, pejuang tangguh yang namanya tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada 19 April 1920, dan pada tahun 1962, pemerintah resmi menetapkannya sebagai pejuang lewat SK Menteri Urusan Veteran RI.

Sejak muda, Hasyim sudah ditempa dalam bara perjuangan. Ia memimpin Barisan Pelopor Cibitung, sayap pemuda Jawa Hokokai di bawah dr. Muwardi. Senjatanya sederhana—kayu dan bambu runcing—namun semangatnya membara. Tak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Poetera Cibitung, organisasi bentukan Bung Karno dan para tokoh bangsa.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bekasi Siap Berkolaborasi Bersama Bupati dan Wabup Bekasi Terpilih Ade-Asep

Menjelang proklamasi, Hasyim mendapat mandat besar: membentuk pasukan, mengumpulkan senjata, hingga menggerakkan massa. Di bawah komandonya, aksi perlawanan terhadap Jepang bergema dari Cikarang, Karawang, sampai Indramayu. Usai 17 Agustus 1945, ia memimpin pengibaran Merah Putih di berbagai titik strategis, simbol kemenangan rakyat atas penjajahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasyim tak berhenti di situ. Ia bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API), kelompok yang lahir dari Menteng 31. Bersama mereka, ia menjaga keamanan Sukarno-Hatta sekaligus menggerakkan ribuan rakyat hadir di rapat raksasa Lapangan Ikada, 19 September 1945.

Ketika Indonesia harus mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan peluru, Hasyim ikut terjun dalam perang gerilya. Medan tempurnya membentang luas: Tambun, Cibitung, Cibarusah, Karawang hingga Indramayu. Keberaniannya membuatnya dihormati, baik kawan maupun lawan.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Resmikan Bus B25: Tarif Rp3.500, Nyaman ke Dukuh Atas Cuma 70 Menit!

Namun semangat Hasyim tidak berhenti di medan tempur. Ia mengabdikan diri dalam politik, mulai dari Ketua KNI Kecamatan Cibitung (1945–1950), anggota DPD dan DPRD, hingga dipercaya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi pada 1960. Ia adalah salah satu tokoh penting yang mendorong lahirnya Kabupaten Bekasi.

Tak hanya berjuang dengan senjata dan politik, Hasyim juga mengorbankan harta pribadinya. Sejak 1938, ia merintis usaha, dan hasilnya digunakan untuk membiayai pasukan saat perang gerilya. Pengorbanan ini membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan bukan hanya dengan nyawa, tapi juga dengan harta.

Baca Juga :  "New Danger" Kasus Positif Covid-19 di Kota Cirebon Tambah 2 Lagi

Religius, nasionalis, sekaligus visioner, Hasyim adalah sosok pejuang yang paripurna: pejuang, politisi, sekaligus pengusaha.

Atas jasa-jasanya, pemerintah memberikan penghargaan berupa Pemancangan Bambu Runcing di pusaranya pada 17 Agustus 1992—suatu kehormatan yang hanya diberikan kepada pejuang angkatan 45 yang terbukti nyata membela kemerdekaan.

Mohamad Hasyim Achmad wafat pada April 1978 di usia 58 tahun, dimakamkan di Cikarang Barat. Meski raganya telah tiada, jejak pengorbanan dan teladan hidupnya akan selalu abadi, menjadi inspirasi bagi generasi muda Bekasi dan Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Shin Tae-yong Hadir di Bekasi, DPD RI Bidik Calon Bintang Baru Timnas Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:27 WIB

32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo

Berita Terbaru