Dua Sekolah Baru Hadir di Muktiwari, Pemdes: Ini Bukti Aspirasi Warga Didengar!

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas pembangunan SDN Muktiwari 03 dan SMPN 7 Cibitung saat ditemui di Kantor Desa Muktiwari, Selasa (05/08/2025).

i

Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas pembangunan SDN Muktiwari 03 dan SMPN 7 Cibitung saat ditemui di Kantor Desa Muktiwari, Selasa (05/08/2025).

Bekasi – Warga Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, patut berbangga. Dua unit sekolah baru, SDN Muktiwari 03 dan SMPN 7 Cibitung, resmi berdiri megah sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Langkah progresif ini langsung mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa (Pemdes) Muktiwari. Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih atas terwujudnya pembangunan yang menjadi impian masyarakat selama ini.

“Alhamdulillah, sekarang sudah berdiri SD Negeri Muktiwari 3 dan SMP Negeri 7 Cibitung, lengkap dengan mebelernya. Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat betul-betul direspons. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemkab Bekasi,” kata Bahrudin, saat ditemui di Kantor Desa Muktiwari, Selasa (05/08/2025).

Pertumbuhan Penduduk Melesat, Kebutuhan Sekolah Meningkat

Dengan jumlah penduduk yang kini tembus 16.000 jiwa, Desa Muktiwari mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini otomatis memicu meningkatnya kebutuhan layanan dasar, termasuk pendidikan.

“Saat ini baru ada tiga SD Negeri di Muktiwari, jelas belum cukup. Kita butuh lebih banyak sekolah, karena jumlah anak-anak dan balita terus bertambah. Kalau bisa, ke depan dibangun lagi sekolah baru,” ujarnya.

Sekolah Negeri Jadi Pilihan Utama Warga

Bahrudin juga menyoroti tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri. Selain fasilitas yang memadai, faktor biaya menjadi alasan utama. Sekolah negeri dinilai lebih ramah di kantong karena bebas pungutan.

“Di sekolah negeri tidak ada SPP, semua ditanggung pemerintah. Ini sangat membantu warga agar anak-anak mereka bisa terus sekolah tanpa beban biaya. Sekaligus mencegah anak putus sekolah,” tambahnya.

Meski angka putus sekolah di wilayahnya tergolong rendah, Pemdes Muktiwari tetap menekankan pentingnya langkah antisipatif. Terutama mengingat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahun.

“Kami berharap pembangunan fasilitas pendidikan tidak berhenti sampai di sini. Terus tingkatkan dan seimbangkan dengan jumlah penduduk. Pendidikan adalah kunci masa depan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Melanggar PPKM, Artis Tiktok Bekasi di Denda Rp.17 Juta
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmadi Madong Bongkar Polemik Obat Kedaluwarsa di Bekasi: “Ini Bicara Nyawa”
Tim Hukum Nyumarno Klarifikasi Persidangan, Ungkap Upaya RJ
6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?
3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas
Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan
AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Ahmadi Madong Bongkar Polemik Obat Kedaluwarsa di Bekasi: “Ini Bicara Nyawa”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Tim Hukum Nyumarno Klarifikasi Persidangan, Ungkap Upaya RJ

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:33 WIB

6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:10 WIB

AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru

Berita Terbaru