Bekasi – Warga Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, patut berbangga. Dua unit sekolah baru, SDN Muktiwari 03 dan SMPN 7 Cibitung, resmi berdiri megah sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Langkah progresif ini langsung mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa (Pemdes) Muktiwari. Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih atas terwujudnya pembangunan yang menjadi impian masyarakat selama ini.
“Alhamdulillah, sekarang sudah berdiri SD Negeri Muktiwari 3 dan SMP Negeri 7 Cibitung, lengkap dengan mebelernya. Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat betul-betul direspons. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemkab Bekasi,” kata Bahrudin, saat ditemui di Kantor Desa Muktiwari, Selasa (05/08/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan Penduduk Melesat, Kebutuhan Sekolah Meningkat
Dengan jumlah penduduk yang kini tembus 16.000 jiwa, Desa Muktiwari mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini otomatis memicu meningkatnya kebutuhan layanan dasar, termasuk pendidikan.
“Saat ini baru ada tiga SD Negeri di Muktiwari, jelas belum cukup. Kita butuh lebih banyak sekolah, karena jumlah anak-anak dan balita terus bertambah. Kalau bisa, ke depan dibangun lagi sekolah baru,” ujarnya.
Sekolah Negeri Jadi Pilihan Utama Warga
Bahrudin juga menyoroti tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri. Selain fasilitas yang memadai, faktor biaya menjadi alasan utama. Sekolah negeri dinilai lebih ramah di kantong karena bebas pungutan.
“Di sekolah negeri tidak ada SPP, semua ditanggung pemerintah. Ini sangat membantu warga agar anak-anak mereka bisa terus sekolah tanpa beban biaya. Sekaligus mencegah anak putus sekolah,” tambahnya.
Meski angka putus sekolah di wilayahnya tergolong rendah, Pemdes Muktiwari tetap menekankan pentingnya langkah antisipatif. Terutama mengingat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahun.
“Kami berharap pembangunan fasilitas pendidikan tidak berhenti sampai di sini. Terus tingkatkan dan seimbangkan dengan jumlah penduduk. Pendidikan adalah kunci masa depan,” pungkasnya. (*)










