Bekasi – Dalam semangat Hari Lahir Pancasila, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, yang baru berusia 31 tahun, mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini disampaikan saat memimpin upacara peringatan di Plaza Pemkab Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (1/6/2025).
“Pancasila bukan sekadar dihafal, tetapi harus dihidupkan dan dijalankan dalam tindakan nyata di segala dimensi kehidupan,” tegas Ade dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa tugas ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama, pemuda, dan masyarakat umum.
Ade, yang dilantik sebagai Bupati Bekasi pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, menjadi bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi. Ia menyoroti pentingnya peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen terhadap ideologi bangsa sebagai fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pancasila bukan hanya teks dalam pembukaan UUD 1945, tapi jiwa bangsa, pedoman hidup, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang berlandaskan persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan nasional, Ade menyoroti pentingnya komitmen terhadap Asta Cita delapan agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan, dan kemajuan teknologi tanpa landasan moral bisa mengarah pada dehumanisasi,” katanya.
Melalui Asta Cita, revitalisasi nilai-nilai Pancasila dilakukan di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya penanaman nilai Pancasila sejak dini—bukan hanya secara formal, tapi juga dalam praktik keseharian.
“Sekolah dan kampus harus mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral,” ujar Ade.
Pada sektor pemerintahan dan birokrasi, ia menyerukan agar nilai Pancasila hadir dalam bentuk pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
“Setiap kebijakan harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” imbuhnya.
Sementara di bidang ekonomi, Ade menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan sosial dan berpihak kepada rakyat kecil.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. UMKM, koperasi, dan ekonomi kerakyatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)










