Jawa Barat – Realisasi Investasi 2024 di Jawa Barat menjadi yang tertinggi di Indonesia. Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (11/2/2025).
Dikatakan Bey, investasi Jawa Barat mencapai Rp 251,14 Triliun menyangkut Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) angka tersebut meningkat 19,24 persen dari tahun sebelumnya. Dampak positifnya mampu menyerap 383.707 tenaga kerja, naik 51,41 persen dibandingkan tahun 2023.
Atas pencapaian tersebut Bey mengapresiasi semua pihak mulai dari pelaku usaha, pemerintah daerah dan pusat serta masyarakat, dikatakan Bey telah menciptakan iklim investasi kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terimakasih juga kepada Bank Indonesia Jawa Barat atas kolaborasi luar biasa berbagai program, termasuk West Java Investment Summit, yang menarik perhatian para investor,” tulisnya di akun Instagram @beytmachmudin, Selasa (11/2/2025)
Lebih lanjut, Bey mengajak semua pihak khususnya pelaku usaha untuk membangun ekosistem investasi lebih baik. Menurutnya Jawa Barat bisa menjadi pusat investasi dan akan mendorong kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Jajaran Pemprov Jabar mempunyai target tersendiri untuk investasi di tahun 2025. Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Nining Yuliastini bahwa target pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 sebesar 5,6 persen.
“Berkaca pada target pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 sebesar 5,6 persen, hitungannya investasi kita harus mencapai Rp270 triliun,” kata Nining, Selasa (11/2/2025).
“Tentunya juga dengan mendorong sektor lainnya seperti ekspor impor dan konsumsi,” tambahnya.
Dalam mencapai targetnya, menurut Nining salah satunya dibutuhkan peningkatan kapasitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan Investor. Hal ini juga akan selaras dengan penyerapan tenaga kerja.
“Investor yang masuk sudah meminta tenaga kerja dalam jumlah besar, namun tentu dengan spesifikasi yang diinginkan. Balai Latihan Kerja harus jeli melihat kebutuhan ini,” jelasnya. (*)
Penulis : Aldi Salman









