Keluarga Pelaku Penikaman Santri Merasa Terkucilkan, Ini Langkah Camat Lemahwungkuk

- Redaksi

Selasa, 10 September 2019 - 20:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Pelaku penusukan yang menewaskan seorang santri kini dalam penanganan petugas. Namun, peristiwa yang viral dan menghebohkan Kota Cirebon itu tengah memasuki babak baru.

Pasalnya, keluarga pelaku merasakan dampaknya secara langsung yakni dikucilkan oleh warga sekitar tempat tinggal mereka. Kondisi ini tentu membuat keluarga pelaku merasa terasing di lingkungannya sendiri.

Untuk menetralisir suasana dan melokalisir isu agar dapat dikendalikan dan situasi kembali normal, Camat Lemahwungkuk Ma’ruf Nuryasa akan memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga pelaku.

“Kami sudah berkoordinasi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) terdiri dari psikolog dan ustad yang akan memberikan pendampingan dan konseling kepada keluarga pelaku dan warga sekitar,” katanya, Senin (10/9/2019).

Menurutnya, dalam dunia kriminalitas ada yang namanya pelaku dan korban, kalau orang tua korban itu sudah pasti korban, tapi orang tua pelaku belum tentu pelaku.

Baca Juga :  Pimpin Rapat Hidroponik dan Aquaponik

“Bisa jadi, orang tua pelaku juga dikategorikan sebagai korban karena tindakan anaknya. Itulah kenapa yang kita lakukan di kecamatan menurunkan petugas konseling dan pendampingan untuk masyarakat,” ujarnya.

Mengingat, pelaku berasal dari Kecamatan Lemahwungkuk, ia memastikan bahwa program ini bukan hanya untuk pelaku dan keluarga pelaku tapi berlaku secara umum.

“Jadi kita tidak memberikan pendampingan hukum, tapi lebih kepada bagaimana memberikan pendampingan kepada anak-anak yang memiliki kecenderungan memiliki sikap yang keras, jadi berlaku untuk seluruh warga Kecamatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Budiyanto: Tidak Permasalahkan Pelantikan, Tetapi Terjadi Kekosongan Jabatan

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pelatihan keterampilan dan peningkatan skill, sehingga akan-anak atau remaja yang putus sekolah bisa mendapat pekerjaan atau berwirausaha.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja yang sudah memprogramkan pelatihan-pelatihan khusus untuk anak-anak yang putus sekolah atau tidak bekerja,” pungkasnya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Berita Terbaru