Pemprov Jabar Salah Sebut Undang-Undang, HMI Meradang

- Redaksi

Senin, 8 April 2019 - 21:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

ilustrasi HMI

i

ilustrasi HMI

RJN, Bekasi – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Ahmad Mustofa Kamal meminta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat klarifikasi pernyataan terkait UU 29 Tahun 2009 di beberapa media masa beberapa waktu lalu.

Ahmad Mustofa Kamal menyatakan, jika benar apa yang dikutip beberapa media terkait pernyataan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang menyatakan jika merealisasikan usulan bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBN-KB) yang diusulkan Pemerintah Kota Bekasi dianggap akan menabrak Undang-Undang (UU) 29 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, jelas hal tersebut adalah pernyataan keliru.

“Pernyataan tersebut jelas keliru, karena UU yang mengatur tentang pajak dan retribusi daerah itu tertuang pada UU No. 28 Tahun 2009. Pemerintah Provinsi Jabar harus mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya yang keliru tersebut.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Kamal menambahkan agar Pemerintah Provinsi Jabar tidak terburu-buru dalam membuat pernyataan.

“Seharusnya Pemprov Jabar tidak terburu-buru dalam membuat pernyataan. Jangan hanya mengandalkan kecepatan tapi juga harus mengedepankan ketepatan, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan”. Katanya

Baca Juga :  Wakil Walikota Bekasi Meresmikan Turnamen Sepak Bola U-13

Sebelumnya Pemprov Jabar membuat pernyataan dibeberapa media bahwa apabila merealisasikan usulan Pemerintah Kota Bekasi akan melanggar UU.

Seperti diketahui bahwa pemerinta Kota Bekasi mengajukan penambahan anggaran untuk menggratiskan biaya pendidikan Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN).

Hal itu diungkapkan Rahmat Effendi (Walikota Bekasi), menanggapi berbagai tanggapan perihal penolakan Gubernur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Ridwal Kamil dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa terkait penolakan ajuan bagi hasil pajak kendaraan bermotor dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.

“Kalau kita punya niat ingin membantu masyarakatnya dalam bidang pendidikan seperti membiayai atau mengratiskan sekolah ditingkat SMAN dan SMKN apa yang dilanggar. Wong, Kota Bekasi juga bagian dari rakyat Jawa Barat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Ajak Serikat Pekerja Tingkatkan Produktivitas dan Jaga Stabilitas Industri

Bang Pepen panggilan akrab Walikota Bekasi menambahkan pihaknya mengajukan permohonan Kepada Pemprov Jabar mengingat Kota Bekasi penyumbang Pajak Kendaraan Bermotor terbesar se-Jawa Barat.

“Pendapatan sektor pajak PKB BBN-KB dari Kota Bekasi untuk Jawa Barat kurang lebih sebesar 2 tirlyun dan itu terbesar di Jabar” tutupnya. (red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dana Koperasi Epson Rp3 Miliar, Terlapor Desak Polda Turun Tangan
Tri Adhianto Pasang Target Juara Umum Porprov Jabar 2026, Bekasi Siap Buktikan Diri
1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang
Gruduk DLH Kabupaten Bekasi, INKASTRA Desak Audit Perizinan Summarecon Crown Gading
H. Marjaya dan Ombi Bongkar Masalah PSU, Pengembang Diminta Jangan Lepas Tanggung Jawab!
Komisi III DPRD Bongkar Persoalan Izin Industri, Proyek Makam Ikut Disorot!
Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN
Disbudpora Bekasi Pastikan Venue Porprov XV Jabar Siap Digunakan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:01 WIB

Kasus Dana Koperasi Epson Rp3 Miliar, Terlapor Desak Polda Turun Tangan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:47 WIB

Tri Adhianto Pasang Target Juara Umum Porprov Jabar 2026, Bekasi Siap Buktikan Diri

Jumat, 6 November 2026 - 22:31 WIB

1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang

Jumat, 6 November 2026 - 20:01 WIB

Gruduk DLH Kabupaten Bekasi, INKASTRA Desak Audit Perizinan Summarecon Crown Gading

Kamis, 5 November 2026 - 19:40 WIB

Komisi III DPRD Bongkar Persoalan Izin Industri, Proyek Makam Ikut Disorot!

Berita Terbaru