Kuwu ini Bersyukur Karena Wilayahnya Tidak Masuk Zona Pertambangan

- Redaksi

Selasa, 26 Juni 2018 - 22:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Masuknya Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon dalam zona pertambangan seluas 50 hektar, disikapi berbeda oleh Kuwu Greged, Yusup. Karena, daerahnya tidak dimasukan dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) 2018-2038, khususnya zona pertambangan.

“Syukur Alhamdulillah daerah kami tidak dimasukan dalam RTRW khususnya zona pertambangan. Karena masyarakat kami sangat menolak adanya usaha pertamabangan material tanah urug ataupun pasir,” jelasnya saat ditemui awak media di kantor Kuwu Desa Greged Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon, Selasa (26/6).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Desak Pemkab Hapus Kabupaten Bekasi Soal Kemiskinan Ekstrem

Masih menurut Yusup, di kecamatan Greged memang ada beberapa Desa masuk seperti Desa Gumulung Lebak, Jatipancur, dan Durajaya. Meskipun begitu, dirinya juga ingin kelestarian alam tetap terjaga, karena ada 14 hektar sawah dan ratusan hektar tanaman mangga dan tanaman durian sebagai potensi di bidang agrobisnis sebagai mata pencaharian masyarakat.

Diakuinya, jika masyarakatnya tidak menginginkan adanya usaha pertambangan yang akan merusak ekosistem alam dan kelestarian perkebunan mangga dan persawahan yang menjadi mata pencaharian masyarakat Greged.

Baca Juga :  Warganya Kena Dugaan Pungli, Ini Kata Kuwu Karangwuni

“Walaupun ada perbukitan yang bisa untuk urugan, namun warga menolak keras adanya usaha pertambangan. Dan kami di sini menginginkan kelestarian alam yang ada tanpa campur tangan industri tambang,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Berita Terbaru

Anggota Pokdarwis Kuya Asih Belawa mengikuti pendampingan digital marketing pariwisata untuk meningkatkan promosi destinasi wisata Kura-kura Belawa. (Istimewa)

Cirebon

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:14 WIB