Halte Berdiri di Atas Trotoar, Dishub Bekasi Dinilai Berlagak Gila

- Redaksi

Kamis, 12 Juli 2018 - 16:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Kondisi Halte yang berada di jalan Sultan Hasanudin Kabupaten Bekasi yang tidak terawat dan berdiri diatas Trotoar menuai kritik pedas dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Pengguna Jalan (FPJ).

Salah satu anggota FPJ Bally Fadillah menyayangkan kinerja Dinas Perhubungan (DISHUB) Kabupaten Bekasi dalam hal perencanaan pembangunan 10 halte yang menghabiskan anggaran sekitar 900 juta pada tahun 2017 ini berdiri diatas Trotoar yang merenggut hak pejalan kaki, terlebih untuk penyandang disabilitas.

“Halte ini Selain berada diatas trotoar, kondisi halte pun tidak terawat. Banyak coretan dan kaca pecah. Seperti tak ada pemeliharaan,” kata Bally, sapaan akrabnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Panca Sakti Cikarang ini menjelaskan bahwa Hal tersebut melanggar aturan di antaranya UU nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan Pasal 34 ayat 4, UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 45. yang menyebutkan bahwa Trotoar merupakan sarana bagi pejalan kaki.

Baca Juga :  Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar

“ini DISHUB berlagak gila, apalagi aturan PERMENPU nomor : 03/PRT/M/2014/2011 tentang pedoman perencanaan, penyediaan, dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki di kawasan perkotaan pasal 10 jelas. Dan Mereka tabrak begitu saja,” kesalnya.

Ketika ditanya oleh media apakah ada dugaan korupsi di dalam pembangunan halte tersebut dirinya mengatakan tidak membahas soal dugaan korupsi, tetapi hanya dalam konteks estetika kota dan pelanggaran HAM saja.

“Perlu diluruskan bahwa Saya tidak mempersoalkan dugaan korupsinya, karena Kejari (Bekasi) kita sedang sibuk awasi Pilkades seperti yang dimuat beberapa berita,” sindirnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Deddy Mizwar Hibur Jamaah

Selain itu dirinya berharap agar Dishub bersama Bapedda dan DPRD Kabupaten Bekasi memikirkan akan solusi berdirinya Halte diatas Trotoar dan berharap hal-hal yang mengesampingkan Hak Asasi Pejalan Kaki tidak ada lagi.

“Langkah selanjutnya ada di instansi terkait. Kita sebagai masyarakat hanya mengingatkan, jangan sampai hal seperti ini terus berlanjut dan masuk ke ranah perbuatan melawan hukum,” tutupnya.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
Ada Apa? KAMMI Kota Bekasi Temui Kapolres Putu Kholis, Ini yang Dibahas
Tak Banyak yang Tahu, Hotel Manager Ini Pernah Jadi Staff Laundry hingga Driver
IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat
Bukan Sekadar Lomba Cerpen, 15 Pelajar Bekasi Berebut Juara dan Karya Mereka Bakal Dibukukan
1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi
Primebiz Hotel Cikarang Tawarkan Satu Tempat untuk Bisnis, Staycation hingga Perayaan
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Ada Apa? KAMMI Kota Bekasi Temui Kapolres Putu Kholis, Ini yang Dibahas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Hotel Manager Ini Pernah Jadi Staff Laundry hingga Driver

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bukan Sekadar Lomba Cerpen, 15 Pelajar Bekasi Berebut Juara dan Karya Mereka Bakal Dibukukan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami