RakyatJabarNews.com, Jakarta – Pada tahun 2017, Jasa Marga telah berhasil menambah panjang jalan tol operasi sepanjang 88,7 km dengan mengoperasikan ruas jalan tol baru jalan tol, yaitu Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km, Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km, Jalan Tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi seksi Kualanamu-Sei Rampah sepanjang 41,7 km, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian sepanjang 15,5 km.
Dengan ini, hingga akhir tahun 2017, Perseroan telah mengoperasikan 680 km jalan tol atau 62,2% dari panjang jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga berkomitmen untuk menumbuhkan angka jalan tol operasi menjadi 1.260 km pada akhir tahun 2019, atau berarti tumbuh lebih dari dua kali lipat dari panjang jalan tol operasi pada saat ini.
Selain itu, Jasa Marga juga terus berupaya untuk meningkatkan hak konsesi untuk meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang. Untuk itu, Jasa Marga berpartisipasi dalam proyek jalan tol potensial baik melalui tender, akuisisi, maupun unsolicited.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2017, Perseroan telah berhasil menambah hak konsesi dua ruas jalan tol baru sepanjang 236,90 km, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 64 km dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172,90 km.
Dengan bertambahnya dua ruas tersebut, saat ini total konsesi Jasa Marga adalah 1.497 km atau tumbuh 18,81% dibanding tahun 2016.
Dari sisi peningkatan pelayanan operasional, pada tahun 2017 lalu, Jasa Marga di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Indonesia dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah berhasil menerapkan 100% transaksi non tunai di seluruh jalan tol Jasa Marga di Indonesia dengan menggunakan uang elektronik multi-bank (e-Payment Multi Bank) yang diterbitkan oleh HIMBARA (Mandiri, BRI, BNI dan BTN) serta BCA.
Pada tahun 2017, Perseroan juga telah berhasil melaksanakan proses integrasi pengoperasian Jalan Tol Jakarta-Tangerang milik Perseroan dengan Jalan Tol Tangerang-Merak milik PT Marga Mandala Sakti serta melakukan perubahan sistem transaksi di Jalan Tol Jagorawi.
Dengan kedua skema pelayanan baru tersebut, Jasa Marga telah membongkar beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier masing-masing yang kerap menjadi simpul kepadatan yaitu GT Karang Tengah, GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis Utama. Untuk mengurangi kepadatan di ruas jalan tol lainnya, Jasa Marga juga melakukan peningkatan kapasitas atau penambahan lajur jalan tol di Ruas Cengkareng-Sedyatmo Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng dan Ruas Sidoarjo-Waru Jalan Tol Surabaya-Gempol.
Selain itu, Perseroan juga terus meningkatkan inovasinya dalam meningkatkan pelayanan operasional, seperti menerbitkan Kartu Pembayaran Tol Berlangganan Jasa Marga Access di Jalan Tol Jakarta-Tangerang serta melakukan uji coba menuju Free Flow Lane.
Komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan operasional terbaik untuk pengguna jalan diapresiasi oleh stakeholder melalui penghargaan yang diterima oleh Jasa Marga di tahun 2017, antara lain atas upaya kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, di samping itu Jasa Marga juga berhasil menjamin kesiapan sarana-prasarana serta inovasi-inovasi yang memudahkan pengguna jalan.
Jasa Marga terus berupaya meningkatkan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol untuk dapat mewujudkan kelancaran, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan di tol.(RJN)









