Cegah Banjir, Pangdam III Siliwangi Ajak Masyarakat Membuat Lubang Biopori

- Redaksi

Rabu, 4 April 2018 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Untuk mencegah terjadinya banjir, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengajak masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memperbanyak biopori atau lubang resapan. Sedangkan menanam pohon-pohon adalah untuk jangka panjangnya.

Menurutnya, bencana alam seperti banjir tidak bisa diatasi hanya dari satu sisi saja. Daerah tangkapan air saat ini masih dalam keadaan kritis, di mana hujan yang turun langsung ke tanah, tidak bisa menyerap ke tanah karena daerahnya bukan daerah tangkapan air.

Baca Juga :  Peringatan HUT Ke-74 TNI di Cirebon Berlangsung Khidmat

“Apa yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon minimal 5 sampai 10 tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka pendek adalah memperbanyak lubang biopori,” jelasnya saat ditemui awak media usai membuka kegiatan TMMD ke-101 di Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupeten Cirebon, Rabu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia melanjutkan, pembuatan lubang biopori ini tentunya tidak hanya di hulu saja, tetapi juga di tempat-tempat lainnya seperti di hutan, ladang, perkebunan, pemukiman, dan lain-lain. Dengan demikian, air tidak ada yang jatuh ke sungai, tapi semuanya meresap ke dalam tanah dalam bentuk air tanah.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Hadiri Talkshow GK Ladies Bertemakan Ibu Bijak, Ibu Hemat dan Keluarga Sehat

“Nantinya, air tanah kita akan semakin sehat dan akhirnya akan menimbulkan banyak sumber mata air di seluruh wilayah. Sumber mata air inilah yang akan mengalirkan air ke sungai, sehingga secara alami sungai itu akan menjadi bersih dengan sendirinya,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Manfaatkan Program Prakerja

Dengan besarnya manfaat biopori tersebut, Besar Harto mengaku bahwa tidak perlu diperkuat dengan MoU atau peraturan. Karena semuanya kembali kepada kesadaran pribadi untuk menyelamatkan lingkungan.

“Semua ini harus kembali pada kesadaran masyarakat, dan tentunya masyarakat pun pasti memahami hal ini,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan
Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs
Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII
Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf
Pemkab Bekasi dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis Jadi Perda
Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Disdamkarmat Kabupaten Bekasi Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Kebakaran Gudang Limbah
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 08:16 WIB

Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:35 WIB

Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:26 WIB

Pemkab Bekasi dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis Jadi Perda

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:41 WIB

Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta

Berita Terbaru