Cegah Banjir, Pangdam III Siliwangi Ajak Masyarakat Membuat Lubang Biopori

- Redaksi

Rabu, 4 April 2018 - 22:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Untuk mencegah terjadinya banjir, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengajak masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memperbanyak biopori atau lubang resapan. Sedangkan menanam pohon-pohon adalah untuk jangka panjangnya.

Menurutnya, bencana alam seperti banjir tidak bisa diatasi hanya dari satu sisi saja. Daerah tangkapan air saat ini masih dalam keadaan kritis, di mana hujan yang turun langsung ke tanah, tidak bisa menyerap ke tanah karena daerahnya bukan daerah tangkapan air.

Baca Juga :  Dokter Febri, Dokter Muda yang Punya Klinik Sendiri

“Apa yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon minimal 5 sampai 10 tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka pendek adalah memperbanyak lubang biopori,” jelasnya saat ditemui awak media usai membuka kegiatan TMMD ke-101 di Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupeten Cirebon, Rabu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia melanjutkan, pembuatan lubang biopori ini tentunya tidak hanya di hulu saja, tetapi juga di tempat-tempat lainnya seperti di hutan, ladang, perkebunan, pemukiman, dan lain-lain. Dengan demikian, air tidak ada yang jatuh ke sungai, tapi semuanya meresap ke dalam tanah dalam bentuk air tanah.

Baca Juga :  Polres Cirebon Kota Bersama Tiga Pilar Cirebon Kota Gelar Bedah Rumah

“Nantinya, air tanah kita akan semakin sehat dan akhirnya akan menimbulkan banyak sumber mata air di seluruh wilayah. Sumber mata air inilah yang akan mengalirkan air ke sungai, sehingga secara alami sungai itu akan menjadi bersih dengan sendirinya,” terangnya.

Baca Juga :  Sekda Mengapresasi Perjuangan Tenaga Kesehatan

Dengan besarnya manfaat biopori tersebut, Besar Harto mengaku bahwa tidak perlu diperkuat dengan MoU atau peraturan. Karena semuanya kembali kepada kesadaran pribadi untuk menyelamatkan lingkungan.

“Semua ini harus kembali pada kesadaran masyarakat, dan tentunya masyarakat pun pasti memahami hal ini,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga
Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya
Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata
Bikin Bangga! 83,10 Persen Pemuda Bekasi Ternyata Tak Merokok, Tertinggi di Jabar
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami