Keluarga Keraton Kanoman Curhat ke Ridwan Kamil Soal Akses Masuk Keraton

- Redaksi

Rabu, 7 Maret 2018 - 16:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Keluarga Keraton Kanoman mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi keraton saat kedatangan Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Keraton Kanoman Cirebon, Jl. Winaon Kota Cirebon, Rabu (7/3). Salah satunya adalah terhalangnya akses keluar masuk orang dan kendaraan, karena adanya pasar tumpah (Pasar Kanoman) di sepanjang gapura menuju keraton.

Menurut Ratu Raja Arimbi, adik Sultan Kanoman Pangeran Raja Muhammad Emirudin mengungkapkan, bahwa keraton adalah tempat lahirnya budaya dan adat istiadat. Banyak orang yang ingin datang ke keraton. Tapi khusus Keraton Kanoman, sulit diakses publik karena banyaknya pedagang yang berdagang di jalan yang menuju pintu keraton.

Baca Juga :  Kembangkan Sayap, Hotel Santika Luwuk Resmi di Buka

“Padahal, jika akses masuk ke keraton mudah, maka semakin banyak orang yang berkunjung untuk belajar tentang adat istiadat, budaya, dan tradisi keraton,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Ratu Raja Arimbi juga meminta agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih, tidak hanya sekadar biaya pemeliharaan keraton, tapi juga pemberdayaan ekonomi di lingkungan keraton. Karena selama ini, dana bantuan dari pemerintah masih kurang untuk merawat keraton yang luas tersebut.

“Tanpa bantuan pemerintah, kita tidak berdaya,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil menyatakan bahwa pemeliharaan wilayah keraton seluas 5 hektar itu memang  memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Dirinya pun akan memperhatikan situs-situs bersejarah menjadi tempat wisata favorit.

Baca Juga :  PC Ansor Kabupaten Cirebon Gelar Diklatsar

“Jika terpilih nanti, saya akan mengirim tim untuk mendiskusikan peluang dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di keraton, seperti membuka restoran dan mengembangkan wisata sejarah dan budaya,” terangnya.

Setelah berdialog dengan pedagang-pedagang di Pasar Kanoman, menurut Ridwan Kamil, pada dasarnya para pedagang mau ditata, asal penataannya berpihak pada pedagang. Membuka akses masuk orang dan barang ke keraton merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah.

“Akses masuk keraton harus dibuka, pedagang harus ditata dan mereka terbuka pada penataan. Pasar kan wisata yang paling menyenangkan asal tempatnya bersih dan menyenangkan. Tugas pemimpin mewujudkan keluh kesah dari rakyatnya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

Baca Juga :  Asikin Paparkan Visi dan Misi Sebagai Calon Kuwu Desa Kaligawe Wetan

Sedangkan menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Kanoman Heru Suyanto, bahwa pedagang di Pasar Kanoman sangat berharap jika pasar mereka ditata. Beberapa kali pemerintah katanya mau renovasi pasar, tapi sampai sekarang belum terlaksana.

“Pedagang di jalan yang mengganggu akses masuk keraton mau kok dimasukkan ke dalam, asal pasar ini ditata dengan baik,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru