Begini Cara Serius Menangani Banjir

- Redaksi

Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Oleh : Mamang M Haerudin (Aa)

RakyatJabarNews.com – Kabupaten Cirebon sedang dilanda banjir. Intensitas hujan dalam beberapa pekan ini betul-betul tinggi. Tak aneh jika sejumlah sungai meluap, tak mampu menampung debit air yang begitu besar. Air begitu cepat menerobos permukiman warga tanpa bisa dibendung. Parahnya lagi, tinggi genangan air meneggelamkan rumah warga. Jadi nyaris, banjir ini merupakan musibah terparah, minimal dalam satu dasa warsa ke belakang.

Banjir lumayan parah sebetulnya bukan hanya terjadi sekali dua kali. Kabupaten Cirebon kini, hampir selalu menjadi langganan banjir. Tapi upaya penanganan selalu tidak serius. Kita semua, terutama Pemerintah Daerah seperti tidak paham bagaimana penanganan yang efektif. Padahal anggaran begitu besar dalam RAPBD. Penanganan yang ada hanya bersifat semu dan tambal sulam. Baru terlihat seperti sibuk ketika banjir telah meluap ke mana-mana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah direnungkan, paling tidak ada dua penyebab mengapa banjir parah tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi. Pertama, karena budaya hidup masyarakat yang tidak bersih dan sehat. Kedua, Pemerintah Daerah dan Desa yang tidak serius.

Baca Juga :  Adang Juhandi: Euporia Pileg 2019, Pendatang Disayang, Kader Ditendang

Apa susahnya menangani banjir? Mari kita rinci. Kabupaten Cirebon sendiri punya tidak kurang dari 400 Desa, dan dari setiap Desa mempunyai kekayaan lebih dari 1 milyar. Aneh sekali, anggaran lebih dari 1 milyar tidak mampu mengantisipasi banjir. Apa kinerja Pemerintah Desa selama ini?

Anggaran besar tak hanya di Desa, melainkan juga di Kecamatan. Tak kurang dari 40 Kecamatan ada di Kabupaten Cirebon, dipimpin oleh seorang Camat dan para mitranya, berikut anggaran yang besar. Kalau saja Pemerintah Desa dan Kecamatan mau bekerja cerdas, keduanya mestinya bersinergi dan saling melengkapi untuk bagaimana menangani banjir. Lalu ke mana dua anggaran besar itu digunakan selama ini? Ampun.

Lebih memprihatinkan lagi Pemerintah Daerahnya, anggaran yang jauh lebih besar di tingkat Kabupaten selama ini masih saja tidak mampu menangani banjir. Keberadaan Bupati dan Wakilnya, berikut para anggota DPRD yang ada betul-betul terlihat tak ada kinerjanya. Mereka digaji oleh rakyat tetapi justru mengkhianati dan menyakiti hati rakyat. Di mana hati nurani mereka, para pejabat kita yang terhormat itu?

Baca Juga :  Komputer Ludes Dimaling, SMP Negeri 1 Sedong Menumpang UNBK di Sekolah Lain

Saya kehilangan akal sehat ketika melihat kinerja para pejabat kita. Membuat saya geleng-geleng kepala. Entah mereka tahu apa tidak bahwa rakyat menjerit, basah, dan terendam air. Kalau paham, mestinya Plt Bupati, para anggota DPRD dan para pejabat lainnya, berikut para Bacabup dan Bacawabup, Anda sekalian mestinya stand by di lokasi banjir 24 jam. Menderita bersama mereka.

Insaflah wahai para pejabat kita yang terhormat. Kalau sudah tidak mampu mengurus rakyat sebaiknya segera mundur saja. Jangan sampai tahun depan, hujan yang mestinya menjadi anugerah malah kembali menjadi musibah, gara-gara Anda sekalian berkinerja buruk.

Kalau penangannya hanya sebatas tambal sulam, hanya sebatas pemberian mie instan, air minum, obat-obatan, dan lainnya tanpa keterlibatan para pejabat yang terhormat pun, kami semua rakyat Kabupaten Cirebon yang waras jauh lebih siap membantu sesama saudara kita.

Selama para pejabat kita tidak serius dan menutup mata, selama itu pula musibah banjir akan terus terjadi. Inilah zaman di mana para pejabat yang terhormat betul-betul sedang membunuh rakyat secara perlahan. Tentu saya berdoa, semoga para pejabat yang terhormat itu mendapat hidayah dan terketuk nuraninya untuk serius menangani banjir.

Baca Juga :  Direktur Oprasi PT. Garam Tinjau Serapan Garam di Gudang Cirebon

Segeralah Anda sekalian berkoordinasi dengan banyak pihak terkait. Kalau tidak sanggup, mintalah bantuan para ahli lingkungan yang punya kapasitas keilmuan, baik dari akademisi, aktivis lingkungan atau lainnya.

Terakhir, setelah para pejabat selesai berkoordinasi dan mencari berbagai solusi penanganan banjir, segera lanjutkan kinerja Anda sekalian dengan blusukan dan turun ke bawah. Para pejabat sudah harus membaur dengan masyarakat. Kantor dinas para pejabat itu di lingkungan hidup masyarakat, di Desa-desa kumuh, kotor, apalagi jika penduduknya masih terbelakang. Banyak pengangguran, angka kemiskinan yang tinggi. Kita budayakan hidup sehat dan bersih, membuang sampah pada tempat, mengelola sampah dengan baik, menguatkan mental masyarakat agar tidak pragmatis dan lain sebagainya.

Wallaahu a’lam

Mamang M Haerudin (Aa)
Pesantren Bina Insan Mulia, 24 Februari 2018, 06.07 WIB.

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru