KABUPATEN BEKASI – DPRD Kabupaten Bekasi mendorong kerja sama antara Perumda Tirta Bhagasasi dan PT Suzuki untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 2.200 sambungan pelanggan di Kelurahan Jatimulya yang terdampak persoalan pemisahan aset.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan pemanfaatan instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) milik Suzuki dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurut Iwan, Suzuki memiliki WTP dengan kapasitas sekitar 40.000 liter, serta sumber air lain dari sumur dalam (deep well) dan pasokan PDAM. Sementara itu, kebutuhan air yang disebutkan untuk kawasan tersebut sekitar 25.000 liter.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang kerja sama agar kapasitas pengolahan air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sayang kalau kapasitas yang tersedia tidak dimanfaatkan secara optimal. Kerja sama dengan PDAM bisa menjadi solusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar Iwan di ruang Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, pelanggan yang terdampak saat ini masih mengandalkan pasokan air curah yang dibeli dari wilayah lain. Skema tersebut dinilai perlu dievaluasi agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat lebih efektif.
Iwan menyebut bentuk kerja sama dapat dibahas oleh Perumda Tirta Bhagasasi dan Suzuki, baik melalui kerja sama operasional maupun mekanisme lain yang disepakati kedua pihak.
Menurutnya, pembangunan instalasi pengolahan air baru membutuhkan anggaran besar. Karena itu, optimalisasi fasilitas yang sudah tersedia dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Ia berharap kedua pihak dapat membahas solusi secara profesional sehingga persoalan pelayanan air bersih di Jatimulya tidak berlarut-larut.
Iwan juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara perusahaan, PDAM, dan masyarakat agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik.
“Yang terpenting, kebutuhan masyarakat harus terpenuhi. Kerja sama ini perlu dibahas dengan baik agar fasilitas yang tersedia bisa memberikan manfaat lebih luas,” katanya.
(*)
























Komentar
Silakan login untuk berkomentar.