1 Tahun Menderita Lumpuh, Aryo Butuh Bantuan Tangan Dermawan

- Redaksi

Kamis, 6 September 2018 - 22:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi– Aryo Pamungkas Wibowo (26) warga Kampung Jati RT 001/RW 015 Dusun III, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi menderita penyakit kelumpuhan sejak satu tahun dan kini ia membutuhkan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat.

Kelumpuhan yang diderita Aryo, disebabkan setelah terjatuh saat mengikuti perlombaan panjat pinang ketika perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke- 72 tahun 2017 lalu.

Karena sudah tak sanggup untuk bayar biaya pengobatan, Aryo dari keluarga miskin tersebut kini hanya bisa pasrah dan terbaring di rumahnya yang sederhana. Aryo pun sering menangis dan menahan sakit yang dideritanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangankan beranjak, untuk duduk pun kondisinya tidak memungkinkan. Semua kegiatan Aryo ini hanya berlangsung dengan bantuan orang lain, termasuk makan yang harus disuapi.

Baca Juga :  Proses Evakuasi Truk Overload Masih Berlangsung, Jasa Marga Bongkar Muatan Besi Plat

Abdul Somad (61), orangtua Aryo, mengatakan bahwa selama ini keluarganya tidak pernah tersentuh oleh segela bentuk jaminan kesehatan milik pemerintah. Baik itu BPJS maupun yang sering orang sebut sebagai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Sakitnya sudah setahun. Sempat pernah dirawat ke rumah sakit dan manggil tukang urut, cuma mau bagaimana berobat lagi juga udah gak punya biaya, nggak punya BPJS, dan nggak punya semuanya,” ujar Abdul, Kamis (6/9/2018).

Karena tak ada jaminan kesehatan, Abdul mengaku sudah tak sanggup lagi untuk membawa anak tercintanya ke rumah sakit. Bukan hanya soal untuk uang perawatan, ongkos ke rumah sakit saja menurutnya tak punya. Apalagi, ia mengaku hanya sebagai kuli tani kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Baca Juga :  Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

“Kalau ngurus untuk buat BPJS sendiri saya gak ngerti caranya, yah namanya orang kampung. Waktu itu udah pernah minta bantuan ke RT/RW untuk dibuatkan BPJS, ke Kelurahan juga udah pernah, tapi begitu dah saya mah gak mau bilang apa-apa,” bebernya.

Faktor kemiskinan membuat keluarga Abdul harus rela hidup dalam kesusahan. Kondisi rumah Abdul sendiri memang sangat memprihatinkan dan yaris tidak ada barang berharga di rumah itu.

Musibah yang mengakibatkan keretakan pada tulang ekor Aryo, dari hari ke hari membuat seluruh tubuhnya makin mengecil.

Sementara Nyai (58), ibu Aryo, mengaku masih ingin membawa anak tercintanya itu ke rumah sakit agar bisa sembuh seperti sediakala. Ia mengaku tak tega karena hanya memberi obat ala kadarnya.

Baca Juga :  Upacara Hari Sumpah Pemuda Tahun 2018, Wali Kota Bekasi Kobarkan Semangat Pemuda

“Ini aja kalau gak dibantu dengan selang anak saya gak bisa buang ari kecil dan besar, selang untuk buang kotoranya juga ini gak diganti-ganti selama 7 bulan. Belum pernah ada orang dari pemerintah yang kesini. Harapan kami pemerintah bisa menolong dan membantu anak saya ini, saya cuma ingin kesembuhan untuk anak saya, karena anak adalah harapan orangtua,” harapnya sambil mengeluarkan air mata.

Ketiadaan biaya memang cenderung membuat warga miskin tidak mampu mengatasi masalah yang mereka hadapi. Penderitaan Aryo bagai menambah panjang daftar warga miskin yang tidak tersentuh bantuan pemerintah di bidang kesehatan. Padahal, anggaran pembangunan di bidang kesehatan cenderung naik setiap tahun.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot
Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun
Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP
DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Cegah Korupsi dari Hulu, Kepala Bappeda Bekasi: “Harus Kita yang Memulainya”
Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat
Dinsos Kota Bekasi Salurkan Bantuan Permakanan untuk Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas
LBS 2 Membiru-Putih, Nomor 1 Jadi Pilihan Warga Muktiwari

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:34 WIB

Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot

Kamis, 17 September 2026 - 23:47 WIB

Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WIB

Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP

Kamis, 17 September 2026 - 11:59 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Rabu, 16 September 2026 - 19:01 WIB

Cegah Korupsi dari Hulu, Kepala Bappeda Bekasi: “Harus Kita yang Memulainya”

Berita Terbaru