Waskita dan Jasa Marga akan Divestisasikan Sahamnya di Enam Ruas Tol

oleh -

RakyatJabarNews.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mendivestasikan sahamnya di enam ruas tol Trans Jawa lewat instrumen Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa segera merampungkan segala prosesnya.

Upaya yang dilakukan oleh kedua BUMN tersebut sebagai bentuk dari dukungan dari Kementerian BUMN tentang kreativitas perusahaan-perusahaan milik negara dalam mencari sumber pendanaan. Tujuannya agar BUMN tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan konvensional, seperti pinjaman perbankan.

Menurut Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang, sejauh ini RDPT Waskita Karya sudah mendapat surat efektif dari OJK. Rencananya, anak usaha Waskita Karya akan mendivestasikan tiga ruas tol yang dimilikinya, yakni Kanci-Pajagan, Pajagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo.

“Investor yang berminat ada dari Taspen, Jamkrindo, Jasa Raharja, Asabri, Dana Pensiun, dan beberapa perusahaan lain. Targetnya bisa peroleh dana kurang lebih Rp 5 triliun,” ujar Ahmad Bambang dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/03).

Sementara untuk RDPT Jasa Marga prosesnya masih terus bergulir di OJK. Perseroan berencana melakukan divestasi saham di tiga entitas anak, yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Ruas Tol yang ditawarkan yakni Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.

“Untuk Jasa Marga, hanya 20% kepemilikan yang ditawarkan dengan target perolehan dana sebesar Rp 3 triliun,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan demi memperkuat keuangan perseroan, mengingat keduanya sedang banyak berinvestasi. Maka dari itu, pendanaan melalui instrumen RDPT dinilai cocok bagi Jasa Marga dan Waskita Karya yang banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

“RDPT untuk menjaga covenant dan profit perusahaan agar tetap baik. Sebab kalau semua investasi sendiri lewat pinjaman bank, maka dalam jangka pendek profit perusahaan akan tertekan oleh bunga, sementara jalan tol yang sudah dikerjakan belum beroperasi,” pungkas.(RJN)

Berita Rekomendasi

Comment