Walikota Cirebon Uraikan RAPBD Tahun Anggaran 2018 Kota Cirebon

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon yang diselenggarakan di ruang rapat Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jl. Siliwangi no. 109 Kota Cirebon hari Jumat (27/10), membahas beberapa materi seperti penyampaian Raperda tentang APBD tahun anggaran 2018; pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang APBD TA 2018, Raperda tentang pengelolaan sampah, Raperda tentang penyelenggaraan perparkiran, Raperda tentang penanaman modal; serta jawaban Walikota Cirebon atas pemandangan fraksi-fraksi DPRD.

Walikota Cirebon Nasrudin Azis menyampaikan, dalam proses penyusunan RAPBD tahun anggaran 2018, pemerintah Kota Cirebon selain mendasarkan pada peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 33 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2018, juga mendasarkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Cirebon tahun Anggaran 2018. Hal tersebut telah disepakati antara Pemerintah Kota Cirebon dengan DPRD Kota Cirebon tanggal 25 Juli 2017 lalu.

“Tujuannya adalah agar pencapaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sesuai dengan Permendagri nomor 33 tahun 2017 tadi, maka menurut Azis, penyusunan APBD tahun anggaran 2018 didasarkan pada prinsip sesuai dengan kebutuhan penyelenggara, tertib, tepat waktu, transparan, partisipatif, dan tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

Karena belum diterbitkannya peraturan tentang dana transfer dari Pemerintah Pusat dan Provinsi ke Kota Cirebon tahun 2018, maka dalam penyusunan tahun anggaran 2018 ini masih menggunakan estimasi.

“Kita masih menggunakan estimasi karena belum ada peraturan dari pusat dan provinsi. Dan dana alokasi khusus dan bantuan keuangan dari provinsi ini belum dicantumkan, baik pendapatan maupun belanjanya,” jelas Azis.

Adapun pendapatan tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 1,202 triliyun, dan belanja sebesar Rp 1,228 triliyun. Angka tersebut membuat defisit anggaran sebesar Rp 26,006 milyar.

Menurut Azis, defisit tersebut merupakan selisih perkiraan pendapatan dengan jumlah daftar usulan program dan kegiatan dari SKPD yang tercermin dalam RKA dari masing-masing SKPD yang ditutup dengan pembiayaan netto.

Dari rencana pendapatan APBD tahun 2018 Kota Cirebon yang sebesar Rp 1,202 triliyun tersebut, telah mengalami penurunan sebesar Rp 102,355 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 1,304 triliyun atau turun sekitar 7,84%.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan sebesar Rp 427,357 milyar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 37, 031 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 390,325 milyar atau naik sekitar 9,49%.

Kemudian ada Dana Perimbangan sebesar Rp 656,939 milyar. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp 185,153 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 842,093 milyar atau turun 21,99%.

Selain itu, juga ada Pendapatan Daerah lainnya yang disahkan sebesar Rp 118,185 milyar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 45,765 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 72,42 milyar atau naik 63,20%.

Sedangkan untuk belanja APBD tahun 2018 Kota Cirebon yang sebesar Rp 1,228 triliyun tersebut, telah mengalami penurunan sebesar Rp 131,105 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 1,359 triliyun atau turun sekitar 9,64%.

Belanja tersebut terdiri atas Belanja Langsung yang direncanakan sebesar Rp 615,422 milyar. Angka tersebut telah mengalami penurunan sebesar Rp 96,427 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 711,850 milyar atau turun sekitar 13,55%.

Kemudian ada Belanja Tidak Langsung yang direncanakan sebesar Rp 613,066 milyar. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp 34,678 milyar dari APBD Murni tahun 2017 yang sebesar Rp 647,744 milyar atau naik 5.35%.

Untuk pembiayaan sendiri, ada Pembiayaan Daerah yang terdiri atas Pembiayaan Penerimaan dan Pembiayaan Pengeluaran. Dalam tahun 2018, Pembiayaan Penerimaan direncanakan sebesar Rp 26,25 milyar yang berasal dari estimasi sisa lebih perhitungan APBD tahun 2017. Sedangkan Pembiayaan Pengeluaran tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 244 juta, sehingga didapat pembiayaan sebesar Rp 26,006 milyar.

“Dengan adanya uraian secara garis besar tentang RAPBD tahun Anggaran 2018, saya harap ketua dan anggota DPRD mengkaji dan menelaahnya sehingga diperoleh APBD yang mencerminkan kebutuhan riil demi kemajuan pembangunan, pelaksanaan pemerintah, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Cirebon,” pungkas Azis.(Juf/RJN)

Comment