Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memimpin apel pagi perdana Pemerintah Kota Bekasi di awal tahun 2026, Senin (5/1/2026), yang diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi.
Apel awal tahun ini menjadi momentum refleksi atas capaian kinerja sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi informasi, serta percepatan inovasi dan transformasi digital pemerintahan.
Sejumlah agenda strategis turut dilaksanakan, di antaranya penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Kantor Cabang Bekasi. Kerja sama tersebut mencakup integrasi sistem pemerintahan guna mendukung peningkatan layanan perbankan serta mempercepat transformasi digital di lingkungan Pemkot Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan itu, Pemkot Bekasi juga menyerahkan berbagai penghargaan, antara lain atas prestasi kejuaraan variasi musik dan final tour baris-berbaris tingkat nasional tahun 2025. Selain itu, Kota Bekasi menerima penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat sebagai badan publik dengan kualifikasi Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 kategori pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat. Atas capaian tersebut, Kota Bekasi berhak menyandang label Zona Informatif sepanjang tahun 2026.
Penghargaan lain yang diterima antara lain Penghargaan Gubernur Jawa Barat dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2025, penyerahan hibah mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi, serta penyerahan pelaksanaan kegiatan penggalangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kota Bekasi Tahun 2025 periode September–Desember kepada Sekretaris Daerah Kota Bekasi.
Agenda apel juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025, serta apresiasi kepada aparatur pemerintah dan relawan kemanusiaan yang berperan aktif dalam penanganan darurat bencana di wilayah Sumatera, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dalam arahannya, Wali Kota Bekasi menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan serta jajaran aparatur pemerintah atas berbagai prestasi di tingkat provinsi dan nasional.
“Salah satu capaian penting kita adalah predikat sebagai kota terinformatif. Informatif tidak selalu berarti penyampaian secara formal, tetapi bagaimana pemerintah mampu menyampaikan informasi secara sederhana, efektif, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Tri Adhianto.
Ia menambahkan, dirinya telah meminta seluruh perangkat daerah (OPD) menyampaikan refleksi kinerja tahunan dalam bentuk video singkat berdurasi satu menit sebagai bentuk pertanggungjawaban informasi kepada publik. Namun, hingga saat ini masih terdapat kepala OPD yang belum melaksanakannya.
Ke depan, Wali Kota meminta para kepala OPD lebih aktif melakukan briefing langsung kepada jajaran di lapangan agar setiap instruksi dan program dapat dipahami serta dijalankan secara optimal. Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada publik merupakan hak masyarakat atas kinerja pemerintah.
“Hal ini bukan sesuatu yang sulit, melainkan bentuk kepedulian dan keseriusan kita dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Menutup arahannya, Tri Adhianto mengajak seluruh jajaran menyongsong tahun 2026 dengan optimisme. Dalam 11 bulan terakhir, Pemerintah Kota Bekasi dinilai berhasil menunjukkan potensi, prestasi, dan inovasi yang membanggakan.
“Kota Bekasi menjadi salah satu kota dengan inovasi terbanyak di Jawa Barat dan meraih peringkat ketiga di tingkat nasional. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja di semua tingkatan, mulai dari kelurahan, kecamatan, OPD, BUMD, hingga seluruh lembaga terkait,” pungkasnya.









