Volume Sampah di Kota Cirebon Meningkat 25-30% Selama Ramadhan

- Redaksi

Jumat, 9 Juni 2017 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mencatat, selama Ramadhan volume sampah mengalami peningkatan 25 hingga 30 persen. Peningkatan volume sampah itu kebanyakan berasal dari limbah rumah tangga, berupa sisa makanan, baik waktu sahur maupun berbuka.

Hal itu dikemukakan Plt. Kepala DLH Kota Cirebon, Agung Sedijono terkait kondisi persampahan yang harus ditanganinya. Menurut Agung, pihaknya harus menambah jam kerja untuk membuang sampah dari TPS setempat ke TPA Kopi Luhur, Kelurahan Argasunya, akibat adanya penambahan volume sampah tersebut.

“Adanya sampah yang meningkat kami antisipasi dengan pola penambahan jam kerja atau lembur. Para petugas kebersihan pun stand by di TPS setempat,” kata Agung, usai briefing staf di Balai Kota Cirebon, Kamis (8/6).

Menurutnya, volume sampah akan terus meningkat khususnya saat Hari Raya Idul Fitri nanti. Ia mengaku setiap tahun petugas kebersihan harus lembur untuk menangani sampah saat Ramadhan dan Lebaran.

“Tentu volume akan berpengaruh, makanya kita lembur pekerjanya dan TPS pun berikan lampu penerangan dari mulai Ramadhan hingga Idul Fitri,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi TPA Kopi Luhur Argasunya sudah over kapasitas, Agung menjelaskan, ada sedikit lahan yang masih bisa dilakukan penumpukan. Namun ia tidak memungkiri jika TPA Kopi Luhur sudah numpuk sampahnya.

“Ini adalah PR kita untuk mengantisipasi volume sampah yang semakin bertambah setiap tahunnya,” tutur dia.

Ia pun berharap agar TPA Bersama (milik Pemprov Jabar) di Ciwaringin segera direalisasikan, sebab kapasitas TPA tersebut direncanakan akan menampung sampah se-Wilayah III Cirebon.

Menurutnya, TPA Bersama tersebut akan didaur ulang sehingga sangat memungkinkan untuk membuang sampah di sana. Apalagi lahan TPA Kopi Luhur Argasunya semakin menipis, sehingga membutuhkan pengalihan lokasi pembuangan.

Agung menerangkan, masyarakat juga harus dibina atau kesadaran zero waste dengan cara memilih sampah organik dan anorganik. Selain itu, zero waste juga salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle).

“Meski teorinya simpel, akan tetapi praktiknya sulit,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan akan menghilangkan TPS di pinggir jalan. Pasalnya, TPS tersebut selain menimbulkan bau tidak sedap juga tidak baik buat penataan kota.

“Makanya sampah itu harus dimulai dari rumah tangga dengan memilah, sehingga secara bertahap penataan kota menjadi bagus dan akhirnya lanjut negara,” pungkasnya. (Juf/RJN)

Baca Juga :  CFD Kabupaten Bekasi 2025 Disambut Meriah, Warga Padati Cikarang Baru Raya
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD
Pasar Tumpah Cikarang Bakal “Disapu Bersih”, TNI-Polri Siaga 24 Jam!
Asep Surya Ajak Infocity Kawal Program Bekasi, Fokus Sampah hingga Banjir

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 11 Mei 2026 - 21:59 WIB

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:41 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya

Berita Terbaru