Upaya Melestarikan Permainan Tradisional, Digelar Lomba Ketangkasan ‘Adu Panggal’ Di Pangandaran

  • Whatsapp
Foto Istimewa/doc

RakyatJabarNews.com, Pangangdaran– Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran ( PPWP) menggelar Lomba Ketangkasan Adu Panggal se Kabupaten Pangandaran, di Cagar Alam Pangandaran, Rabu 1 Agustus 2018. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati Adang Hadari.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dani Mulyadi menyampaikan, permainan tradisional panggal mungkin kini tak banyak dikenal oleh generasi yang lahir setelah tahun 2000-an. Padahal panggal merupakan permainan tradisional sebagai warisan budaya yang wajib dilestarikan.

Bacaan Lainnya

Hal inilah yang memotivasi PPWP menggelar kegiatan, yang diikuti perwakilan dari 93 desa dan 220 sekolah di Kabupaten Pangandaran.

“Ada dua jenis lomba yang digelar, yakni panggal biasa dan panggal kreasi,”ujarnya.

Bukan hanya sekadar permainan, panggal sendiri, menurut Dani juga memiliki filosofi dalam kehidupan yang menggambarkan keseimbangan.

“Filosofi dari panggal sendiri kenapa bisa lama berputar, karena seimbang. Kalau manusia seimbang antara jasmani dan rohani, dia akan akan panjang umur. Manusia itu hidup selalu berputar, selalu bergerak, itu melatih kreativitas, bagaimana menjalani hidup harus bisa bergerak,” ujarnya menjelaskan.

Sangat disayangkan, panggal kini sudah banyak ditinggalkan oleh anak zaman sekarang. Sebab itu, ia bersama dengan PPWP menggelar lomba ketangkasan adu panggal sebagai upaya pelestarian budaya tradisional, agar tetap dapat diminati generasi sekarang.

“Lomba ini juga sebagai upaya, mempromosikan Taman Wisata Cagar Alam Pangandaran agar dikenal wisatawan,”ungkapnya.

Selain itu kegiatan ini, merupakan upaya PPWP sebagai putra daerah untuk mendukung visi kabupaten Pangandaran sebagai Kabupaten pariwisata yang mendunia.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dengan digelarnya kegiatan ini.

“Pagi ini mestinya membuka musrenbang, namun karena kegiatan ini unik dan tujuannya bagus, maka saya dan Wakil Bupati menyempatkan diri hadir disini,”ujarnya.

Dirinya menyayangkan, anak sekarang lebih asyik main medsos. Sehingga kebersamaannya luntur. Maka adu panggal ini diharapkan dapat membangkitkan budaya yang hampir hilang.

Jeje juga menyampaikan, Pemkab Pangandaran saat ini terus melakukan penataan dan fokus dulu di Pantai Pangandaran.

Dirinya menyadari kalau penataan ini tentu ada yang terimbas dan akan kita lakukan terus evaluasi. Namun hal itu harus dilakukan untuk memperoleh hasil maksimal dari potensi wisata yang ada.

Dirinya yakin akhir tahun ini 5 juta pengunjung akan datang ke Pangandaran. “Dalam waktu dekat ini, saya juga akan menghadap kementerian pariwisata,untuk penataan lanjutan. Katanya ada dana 25 miliar untuk itu,” pungkasnya.(asp/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *