oleh

Terkait Polemik Ketua DPRD Kuningan, Acep: Itu Kewenangan DPP

RJN, Kuningan – Mencuatnya isu jabatan ketua dewan yang kini diemban Rana Suparman terancam, mendapat tanggapan dari Ketua DPC PDI Perjuangan, Acep Purnama. Bahkan Acep menegaskan, bahwa keputusan untuk memilih Ketua DPRD Kabupaten Kuningan menjadi kewenangan DPP PDIP.

“Itu mah ranahnya DPP PDIP,” kata Bupati Acep saat diwawancarai awak media, Rabu (17/7/2019).

Terkait apakah jumlah raihan suara menjadi tolak ukur ditunjuknya sebagai Ketua DPRD Kuningan, Bupati Acep lagi-lagi menjawab, itu ranahnya ada di tangan pengurus pusat. Termasuk muncul nama-nama yang berpeluang kuat menduduki jabatan ketua dewan seperti Dede Sembada, Nuzul Rachdy, Tresnadi, serta Rana Suparman, bahwa itu menjadi keputusan mutlak DPP PDIP.

“Saya rasa itu DPP ya. Kita semua konsultasikan ke DPP PDIP, nanti kita usulkan saja semua, yang berpotensi bisa untuk memimpin DPRD,” tegasnya.

Seperti apa idealnya sosok Ketua DPRD Kuningan yang layak dipilih, Acep menyebut, bahwa DPP PDIP memiliki penilaian tersendiri terkait hal tersebut. “Itu semua kriteria dan penilaian ada di DPP. Kalau menurut saya semua penilaian sama, nanti DPP yang akan mengambil sebuah keputusan,” terangnya.

Saat ditanya apakah Ketua DPC PDIP Kuningan memiliki hak prerogatif menetapkan calon ketua dewan, Acep menegaskan, hal itu tidak ada.

“Gak ada, dari dulu mekanismenya di DPP. Sekarang suasana di PDIP, semua kader partai itu baik sebagai pengurus partai ataupun sebagai legislatif atau eksekutif, itu adalah penugasan dari partai. Kita mengusulkan saja dari nama-nama yang ada, nanti DPP yang menetapkan,” jelasnya.

Lebih dalam, Acep menceritakan, bahwa terpilihnya sebagai Bupati Kuningan karena berproses dari karir politik di PDIP Kuningan. Sehingga saat ditunjuk sebagai Ketua DPC PDIP, hal itu dinilai sama-sama sebagai penugasan partai baik sebagai bupati maupun ketua partai.

“Kalau saya jadi bupati awalnya kan cikal bakalnya sebagai kader partai. Jadi PDI Perjuangan yang mengusung saya, kalau sekarang PDI Perjuangan memberi tugas kepada saya, tentu tugas itu harus saya pikul dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Ia juga berkomitmen, untuk bisa menempatkan diri saat menjalankan masing-masing tugas baik sebagai bupati ataupun ketua partai.

“Saya akan menempatkan diri sebagai ketua partai PDI Perjuangan, dan saya juga sebagai bupati maka akan menempatkan posisi sebagai pelindung dan pengayom partai-partai lainnya. Itu saya bisa menempatkan diri seperti itu, saya komitmen,” tandasnya.

Bupati Acep mengaku, komunikasi dengan mantan Ketua DPC PDIP Kuningan Rana Suparman masih berjalan baik. “Ya masih bagus, gak ada apa-apa. Semua potensi kekuatan akan saya akomodir, dan saya berjanji akan membuka ruang kepada semua kader-kader partai, dan kita ingin juga menarik masyarakat menjadi kader-kader partai,” tuntasnya.

(rii/rjn)


Komentar

News Feed