Sudah Bayar 41 Juta, Imam Tak Diberangkatkan ke Jepang Oleh LPK

- Redaksi

Selasa, 19 November 2019 - 22:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi – Imam Santoso (29) warga Depok harus menelan rasa pahit ketika dirinya tak kunjung diberangkatkan ke Jepang oleh Lembaga Penyalur Kerja (LPK) di Bekasi.

LPK itu bernama PT Miraino Hashi Jaya yang berlokasi di Perumahan Graha Prima Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Sesuai perjanjian kontrak seharusnya Imam per tanggal 1 November 2019 lalu sudah berada di Jepang untuk bekerja. Akan tetapi hingga kini belum juga diberangkatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harusnya sesuai SK (Surat Kontrak) saya 1 November 2019 lalu sudah kerja di Jepang. Tapi ini belum juga,” ujar Imam kepada awak media, Selasa malam (19/11/2019).

Imam awal bergabung ke LPK itu sekitar Agustus 2018. Informasi soal keberadaan LPK itu diketahuinya melalui media sosial.

LPK bernama PT Miraino Hashi Jaya yang berlokasi di Perumahan Graha Prima Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
LPK bernama PT Miraino Hashi Jaya yang berlokasi di Perumahan Graha Prima Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. 

 

Atas informasi media sosial itu, dirinya survei ke LPK itu.

Saat datang ke lokasi itu, suasana LPK cukup meyakinkan. Kemudian program yang ditawarkan cukup bagus dan menjanjikan.

“Saya ketemu pengurus atau marketing sana. Dijelaskan dan ketemu langsung sama pemiliknya penjelasnya cukup meyakinkan,” kata dia.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Kota Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Penipuan dan Penggelapan PT Solusi Balad Lumampah

Kemudian sebelum berangkat, dirinya harus diberikan pelatihan terlebih dahulu selama enam bulan. Imam mengambil bidang pekerjaan engineering.

“Jadi awalnya pelatihan dulu, ada pelatihnya. Benar-benar profesional gitu, seperti LPK dulu saya kan pernah kerja di Jepang. Jadi engga ada rasa curiga,” ungkap dia.

Dirinya sudah dua kali diberikan janji paslu soal keberangkatannya.

“Ini beres pelatihan mau diberangkatkan tapi engga jadi-jadi, terus minta uang biar bisa berangkat sampai total Rp 41 juta. Terakhir dijanjikan setelah Lebaran tapi engga berangkat-berangkat juga sampai sekarang,” jelas Imam.

Berdasarkan perjanjian, di Jepang dirinya akan diganji sebesar 184,995 Yen atau setara Rp 23 juta per bulan.

“Saya sudah sering tanya tapi engga ada jawaban pasti. Kadang Murdiyono (pemilik) selalu menghindar,” kata dia.

Cerita Korban Lain

Tak hanya Imam, kelima temannya juga ikut menjadi korban LPK tersebut.

Mereka dijanjikan yang sama dan telah mengelurkan uang dengan jumlah variasi. Sehingga jika ditotalkan kerugian dirinya dan teman-teman itu bisa mencapai Rp 250 juta.

“Saya bersama teman-teman sudah laporkan sudah somasi kasus ini,” ucap dia.

Baca Juga :  Dihadapan Peserta Musrenbang Kecamatan, Bupati Paparkan Tiga Fokus Pemerintah Daerah

Imam meyakini korban penipuan ini lebih banyak lagi, bisa mencapai puluhan. Banyak korban yang pasrah dan tak mau melakukan pelaporan.

Ada juga korban yang masih berharap akan diberangkat LPK PT Miraino Hashi Jaya ke Jepang.

Imam Santoso (29) warga Depok harus menelan rasa pahit. Ketika dirinya tak kunjung diberangkatkan ke Jepang oleh Lembaga Penyalur Kerja (LPK) di Bekasi.

“LPK itu masih beroperasi, yang baru-baru gabung mungkin belum pada tahu. Ada juga yang pasrah aja sambil nunggu berharap diberangkatkan. Kalau saya si sudah yakin itu LPK bermasalah,” ungkap dia.

Salah satu korban lainnya Agus Sutrisno (19) juga harus gigit jari ketika keinginannya bekerja di Jepang tak kunjung terwujud.

“Waktu itu saya di janjikan belajar terlebih dahulu selam 6 bulan dan juga biaya murah pendaftaran hanya Rp 7 juta,” ujar Agus.

Dirinya menerangkan bahwa biaya yang dikeluarkan sisinya akan dibayarkan jika sudah berada di Jepang.

“Yang Rp 23 Juta di cicil di Jepang, kita maulah semuanya ini ingin merubah nasib makanya ingin mengikuti ini,” imbuhnya.

Agus mengaku, sudah mentransfer biaya awal sekitar Rp 7 Juta kepada owner tersebut.

“Saya sendiri mendaftarnya di bidang konstruksi, tapi udah 9 semenjak selesai pelatihan belum ada kabar kapan di berangkat ke Jepang,” kata dia.

Baca Juga :  Program BERSEKA, Upaya Pemkab Entaskan Kawasan Kumuh di Kabupaten Bekasi

Agus warga asli Padang ini bahkan tak bisa pulang ke Padang karena kehabisan ongkos.

Agus tak masuk rombongan Imam yang melakukan pelaporan. Agus lebih memilih pasrah akan nasibnya.

“Kemarin yang Rp 7 juta saja saya pinjam, orangtua sudah nanya terus. Terpaksa saya jelaskan kondisi,” jelas Agus.

Awalnya Agus tingga di asrama LPK sambil menunggu kabar pemberangkatan. Akan tetapi dirinya kehabisan bekal dengan nasib yang tak kunjung jelas.

Beruntung ada orang baik yang mampu menampungnya dan memberikannya pekerjaan.

“Saya bersyukur bisa ditampung orang baik dikasih kerjaan. Saya kerja sebagai tukang las masih daerah Bekasi,” ucap Agus.

Dirinya hanya berharap uang kembali dan bisa pulang ke Padang.

“Berharap uang kembali, lebih berharap lagi bisa berangkat kerja di Jepang. Kasihan keluarga sudah malu sama tetangga juga,” paparnya.

Sementara ketika disambangi PT Miraino Hashi Jaya tidak ada yang bisa dimintai keterangan.

Kapolsek Tambun Kompol Siswo mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Pihaknya akan menelusuri informasi tersebut.

“Belum tahu (infonya), kita akan telusuri itu,” kata Siswo.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani
Tak Sekadar Parade Budaya, PNBK Bekasi Galang Rp500 Juta untuk NTT
Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Berita Terbaru