Soal Status Level Kabupaten Madina, Dirjen Bina Adwil Minta agar Daerah Teliti Menginput Data

- Redaksi

Jumat, 10 September 2021 - 16:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

rakyatjabarnews.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Bina Adminstarasi Kewilayahan (Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat klarifikasi dan tindak lanjut penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), secara virtual pada Kamis (9/9/2021).

Pertemuan ini ditujukan untuk mendalami dan mengklarifikasi apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan data penentu level asesmen yang menjadi dasar penetapan Inmendagri dengan situasi di lapangan sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan.

Hadir dalam acara Dirjen Bina Adwil, Dr. Safrizal ZA, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr. Aris Yudhariansyah dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Safrizal mengatakan, penetapan kebijakan Level PPKM disesuaikan berdasarkan penilaian atau asesmen level situasi wilayah berdasar data Kementerian Kesehatan.

Namun, ia meminta, agar seluruh pihak tidak saling menyalahkan. Hal ini seyogyanya sebagai evaluasi dan peluang bagi seluruh pihak untuk bekerja sama secara terpadu dan saling melengkapi. Sehingga, penanganan terhadap permasalahan pandemi di daerah ini bisa ditemukan solusi terbaik.

Baca Juga :  2 Orang Tewas, Truk Pengangkut Ayam Tabrak Bus Penumpang di Kalijati Subang

“Kami merespon cepat, klarifikasi asesmen pada tingkat tim teknis penting, supaya tidak saling tuding,” kata Safrizal.

Karena itu, Safrizal menghimbau agar tiap-tiap pimpinan daerah, khususnya Kabupaten Madina dapat mengontrol inputer yang memasukan data ke aplikasi NAR Kemenkes. Termasuk, jumlah inputer harus memadai, tidak boleh kurang mengingat perlaporan Covid berkembang dan dinamis setiap waktunya.

“Inputer wajib di briefing secara berkala agar data selalu update. Untuk menghindari ketidaksinkronan antara laporan tertulis dengan sistem, agar input dilakukan setiap hari, Pemda wajib secara serius mengawal. Data tidak boleh ditumpuk karena dapat berakibat fatal seperti mempengaruhi level asesmen daerah,” imbuhnya.

Safrizal yang juga pernah menjabat Pj. Gubernur Kalsel ini meminta agar pemerintah daerah, sebagai garda terdepan di lapangan dapat terus mengupdate angka dan data yang dimilikinya.

Baca Juga :  Tim Satgas JM Siaga Siap Kawal Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

Sebab, selama ini pemerintah kerap mendapati temuan input data berupa akumulasi angka yang tidak aktual. Sehingga, tidak menimbulkan distorsi saat pemerintah hendak memutuskan penetapan PPKM dan mengambil kebijakan.

“Prosesnya kan sepertinya ini, Sebelum Inmendagri ditetapkan, sistem akan ditarik secara nasional. Sebelum data ditarik, sebaiknya H-1 Kadinkes Provinsi agar melakukan rapat dengan Kadinkes kab kota sehingga saat saat data ditarik secara nasional datanya sudah sesuai,” sambung Safrizal.

“Saya juga berharap provinsi agar memantau perkembangan secara harian karena perubahan dapat terjadi secara signifikan. Kabid P2P agar ditugaskan mendeteksi data yang anomali sehingga dapat segera diambil respon yang cepat dan tepat. Bahkan, Pemda dapat melakukan cek level melalui aplikasi https://vaksin.kemkes.go.id/#/sckab untuk sinkronisasi data,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bahas Pengelolaan PPPK, Komisi I DPRD Pasaman Barat Studi Banding ke Kota Bekasi

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Madina, Atika Azmi Utammi Nasution mengaku menyambut baik pertemuan tersebut. Pihaknya pun siap bersinergi terus dengan Kemendagri. Sehingga, penetapan level di lapangan dapat segera diperbaiki.

“Kami berharap diberikan kewenangan lagi untuk mengubah data. Siap berkoordinasi ke Kemendagri bila level dapat diturunkan,” ucap Atika.

Di tepi lain, dr. Aris selaku, Kadinkes Sumut, menyampaikan akan segera melakukan pertemuan dengan 3 pimpinan daerah di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Terkait, pernyataan keberatannya atas penerapan PPKM level 4.

Ia menilai, adanya perbedaan tersebut dikarenakan perubahan sistem pelaporan. Di mana sebelumnya provinsi dilibatkan untuk verifikasi, namun belakangan ini provinsi tidak dapat verifikasi data kab kota. Dimohon provinsi dapat diberi kewenangan tersebut.

“Kita akan melakukan pertemuan, untuk mencari benang merahnya,” kata dr Aris.

(red)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bosch Rayakan 100 Tahun Teknologi Wiper, Visibilitas Jadi Kunci Keselamatan
New Honda Vario EVO 160 Night Ride, WMS Ajak 150 Bikers Nikmati Riding Malam
Hari Pelanggan Nasional 2026, XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan
Energy Week 2026 Soroti Kolaborasi Lintas Sektor untuk Industri Energi Masa Depan
Soekarno Cup 2026, Banteng Jakarta FC Jadi Wadah Talenta Muda dan Regenerasi Sepak Bola
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Pilihan Makin Beragam, Maxim Tasikmalaya Hadirkan Car Hemat dan Car Plus
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:50 WIB

Bosch Rayakan 100 Tahun Teknologi Wiper, Visibilitas Jadi Kunci Keselamatan

Jumat, 4 September 2026 - 05:21 WIB

New Honda Vario EVO 160 Night Ride, WMS Ajak 150 Bikers Nikmati Riding Malam

Kamis, 3 September 2026 - 19:39 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan

Kamis, 3 September 2026 - 19:23 WIB

Energy Week 2026 Soroti Kolaborasi Lintas Sektor untuk Industri Energi Masa Depan

Kamis, 3 September 2026 - 08:35 WIB

Soekarno Cup 2026, Banteng Jakarta FC Jadi Wadah Talenta Muda dan Regenerasi Sepak Bola

Berita Terbaru