Soal Indonesia 2030, Menko Luhut: Jangan Pesimis

- Redaksi

Minggu, 8 April 2018 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan kepada media bahwa pertemuannya dengan Prabowo hanyalah pertemuan antar kawan lama yang pernah sama-sama di TNI dan tidak perlu dibesar-besarkan. Hal ini disampaikan usai menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional PDI Perjuangan pada hari Minggu (8/4).

“Baik-baik saja, bicara macam-macam yang lucu-lucu,” gurau Luhut.

Ketika ditanya apakah ada obrolan mengenai Indonesia 2030, Menko Luhut menegaskan, soal 2030, jangan pesimis. “Beliau cerita dia bilang: ‘saya ada baca buku Ghost Fleet’, itu saya pikir bagus-bagus saja. Kita jangan pesimis saya katakan. kita harus optimis.  Bahwa itu mengingatkan kita semua untuk hati-hati. Tapi, kalau seperti saya ceramah tadi di PDIP, tidak ada indikasi untuk kita bisa bubar seperti itu”, tegasnya.

Baca Juga :  Penguatan SDM Berbasis Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kunci Visi Kemenag

Salah satu masalah kemaritiman yang diangkat dalam paparan adalah masalah navigasi laut. Menko Luhut juga menjelaskan solusi terkait masalah itu. “Memang peta navigasi laut itu kita sangat miskin, jadi kita sekarang sedang perbaiki, kita juga sedang mau mengubah dan presiden juga setuju. itu Pushidros itu nanti akan seperti Bakamla. Supaya dia punya budget sendiri untuk peta laut kita yang berpuluh puluh tahun itu tidak kita urus dengan cermat.”

Menko Luhut juga menjawab perihal masalah kebocoran pipa Pertamina di Teluk Balikpapan yang menurutnya sudah ditangani dengan professional tapi tetap butuh waktu untuk penyelesaian.

“Kemarin saya sudah ngomong, bocoran itu diteliti. Ada satu kapal batu bara yang anchoring (lego jangkar) di sana, kemudian kena pipanya, ya pipanya bocor. tapi sekarang penanganan limbah itu dilakukan dengan profesional. Itu yang saya kira bagus dan sekarang sudah terkendali.”

Baca Juga :  Tokoh Pangandaran Dukung Visi Pengembangan Wisata dan Pertanian Kang Uu

Menko Luhut menambahkan pihak terkait yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pertamina juga sudah bekerja cepat. Mereka bahkan mengirim 2 Dirjennya untuk melihat ke sana. Dirinya juga menelepon CEO Pertamina, dan sudah melaporkan juga kalau semua sudah terkendali.

Menko Luhut menegaskan bahwa yang penting juga untuk dilakukan saat ini adalah investigasi teknis untuk mencari siapa yang salah, “Nah, sekarang investigasi tehnis siapa yang bersalah sedang dilakukan. Jadi kita contain dulu masalahnya ini, selesai dulu. Baru sekarang mencari siapa yang salah, kalau memang ada tindakan hukum, tindakan administrasi, pasti akan dilakukan. Ini butuh waktu,” terangnya.

Baca Juga :  Pekerja Gudang Pengolahan Limbah Medis B3 Dites Kesehatan

Isu Crude Palm Oil (CPO) sawit Indonesia yang ditolak Uni Eropa juga dijelaskan oleh Menko Luhut. “Isu sawit ini di Eropa, memang saya diperintahkan Presiden untuk pergi ke sana sebagai utusan khusus untuk ketemu dengan Uni Eropa. Untuk biodiesel. Itu bidang saya. Nanti jangan bilang, kok sawit saya yang urusin,” jelasnya.

Menko Luhut menyampaikan hal ini dikarenakan masalah CPO Sawit menjadi perhatian Kemenko Kemaritiman terkait Biodiesel yang menggunakan bahan baku CPO adalah salah satu energi baru terbarukan yang bisa mengganti energi fosil.

“Biodieselnya, energi, ini bidang saya. Sawit bisa jadi energi baru terbarukan. saya mau ke sana mau ketemu di bursa Eropa tanggal 23-24 bulan ini,” pungkasnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional
IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan
Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09 WIB

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:59 WIB

8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:40 WIB

IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:02 WIB

Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami