RSUD Kota Bekasi Mengklarifikasikan Polemik Penolakan Pasien

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi mengklarifikasi polemik salah seorang pasien yang dikabarkan mendapat penolakan tujuh Rumah Sakit untuk persalinan bernama Reny Wahyuni yang memakai jaminan BPJS yang terjadi pada Jumat, (9/6/2017) silam yang akhirnya terpaksa menyebrang ke RS Koja, Jakarta Utara untuk ditangani permasalahannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawati menjelaskan secara rinci alasan terhambatnya pasien Reny Wahyuni saat akan mencari kamar rawat di RSUD Kota Bekasi, pada Selasa, (13/6/2017) di Press Room Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

“Pasien yang dikabarkan ditolak oleh pihak RSUD sama sekali tidak benar, fakta yang ada ruangan MICU dan ICU yang dibutuhkan oleh pasien memang sedang penuh di tujuh Rumah Sakit tersebut, bahkan waiting list-nya juga masih mengantri,” jelas Tanti Rohilawati.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Bekasi, Dr. Sudirman mengemukakan bahwa pihaknya mengakui bahwa masih ada permasalahan terkait koordinasi lapangan antara manajemen dan pelaksana lapangan. 

“Memang ini masih menjadi permasalahan di RSUD, namun Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sudah memberikan edaran bahwa tidak dibenarkan jika pihak RSUD Kota Bekasi mengeluarkan pernyataan bahwa kamar rawat penuh,”

“RSUD Kota Bekasi sendiri sudah diinstruksikan agar menerima pasien, walaupun calon pasien hanya membawa fotokopi KTP domisili Kota Bekasi,” kata Dr. Sudirman.

Wakil Direktur Umum RSUD, Tri Ekasetianingsih mengungkapkan, “Dinas Kesehatan juga menyoroti kinerja sistem rujukan Rumah Sakit yang masih kurang baik, Dinkes menghimbau agar sistem rujukan Rumah Sakit dioptimalkan dan tidak diperbolehkan keluarga yang mencari Rumh Sakit rujuka,harus rumah sakit yang mencari rujukan untuk pasien,” katanya. (RJN)

Comment