Ridwan Kamil Minta Gugus Tugas Tidak Kendur

  • Whatsapp

RJN, Bandung – Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa barat yang ditandai dengan turunnya angka kurva Covid -19, namun kinerja dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 se Jawa Barat tidak boleh kedur.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat H.M. Ridwan Kamil saat rapat Virtual Evaluasi Level Kewaspadaan bersama Gugus Tugas Se Jawa Barat belum lama ini.

Bacaan Lainnya

“Covid-19 ini masih lama, butuh stamina tinggi. Saat ini kasus impor mengancam Jabar, terus tingkatkan kewaspadaan, penanggulangan dan penanganan, jangan kendur,” Kata kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Dalam kesempatan tersebut, Emil mengaku bahwa pihaknya juga masih tetap melakukan masif test. Untuk dua minggu kedepan, dan Pemprov Jabar akan fokus ke wilayah industri. Hal tersebut karena terjadinya kasus baru yang mengemuka di Unilever Bekasi.

Emil juga meminta kepada setiap kepala daerah di Jabar untuk setiap industri besar melakukan test PCR secara mandiri kepada karyawan perusahaan tersebut secara random.

“Minimal 10 persen dari karyawannya secara acak, untuk memastikan tidak ada lagi anomali-anomali lain,” katanya.

Dalam hal penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Emil meminta kerjasama seluruh Kabupaten/Kota terutama di wilayah perbatasan. Sedangkan untuk gugus tugas yang masih rendah dalam penanganan akan segera dilakukan pembinaan.

“Gugus tugas yang baik harus bisa menjalankan 6 tugas dan fungsi. Diantaranya, pencegaha, deteksi, manajemen fasilitas kesehatan, jaring pengaman sosial, operasi lapangan dan penegakan aturan, serta tata kelola dan kelembagaan,” jelas Emil.

Rapat virtual yang diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat itu, dihadiri Wakil Bupati Kuningan, H.M Ridho Suganda, Sekretaris Daerah, H Dian Rachmat Yanuar, berta unsur Forkopimda.

Juga dihadiri para Asisten dan Kabag di lingkup Setda Kuningan, Kepala Dinas Kesehatan, Kadis Kominfo, Direktur RSUD 45, Kepala Pelaksana BPBD, serta sejumlah undangan lainnya.

Terpisah, Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengaku telah menyiapkan panduan untuk Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal level II. Pembatasan yang dilakukan diantaranya untuk aktivitas pada zona biru atau level II yaitu mobilitas hanya diperbolehkan dalam provinsi.

Kemudian untuk isolasi atau karantina diberlakukan untuk orang berisiko tinggi seperti lansia dan orang dengan penyakit komorbid.

Sedangkan untuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun puskesmas hanya diperbolehkan menerima 75 persen dai kapasitas layanan pasien. Perkantoran juga diberlakukan Work From Home sebanyak 25 persen dengan jadual piket.

Sementara untuk hotel diperbolehkan menerima tamu sebanyak 50 persen dari fasilitas layanan hotel. Sedangkan lokasi wisata dilakukan pembatasan jam operasional dari pukul 06.00 Wib hingga 16.00 WIB dengan kapasitas sebanyak 30 persen.

Sektor perbankan juga dilakukan pembatasan operasional sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB dan melayani transaksi online, lalu 50 persen pegawai WFH dengan jadual piket dan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen dari kapasitas.

Sektor industri dilakukan pengurangan jam kerja dan atau pengaturan shift, kemudian jumlah pekerja yang masuk tidak lebih dari 75 persen.

Sedangkan untuk warung makan atau restoran dilakukan pembatasan jam operasional dari pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan okupansi meja 50 persen.

Untuk mall, supermarket bahan makanan pokok maupun minimarket dilakukan pembatasan jam opeasional dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung tidak lebh dari 75 persen.

Sedangkan pasar tradisional jam operasional dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dengan jumlah pengunjung tidak lebih dari 70 persen kapasitas pasar.

Sementara untuk sekolah dan pesantren saat ini wajib ditutup sementara dan melaksanakan pembelajaran online untuk sekolah. Sedangkan panti asuhan dan sejenisnya hanya dilakukan pembatasan pengunjung sebanyak 25 persen. Sedangkan donasi dianjurkan secara online.

Untuk lembaga pemasyarakatan sendiri juga dilakukan pembatasan pengunjung sebesar 25 persen dari kapasitas ruang kunjungan. Sedangkan untuk perpustakaan tetap berjalan normal sesuai dengan jam kerja, termasuk untuk terminal. Sedangkan untuk taman ditutup, namun untuk daerah kebun maupun hutan tetap normal.

Tempat ibadah dari semua agama dilakukan pembatasan jumlah jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah, sementara untuk aktivitas sawah, kolam, danau, sungai, dan kandang tetap berjalan normal.

Sedangkan untuk penyelenggaran acara, wajib mendapatkan izin dari pihak berwenang disertai kesiapan protocol kesehatan. termasuk untuk transportasi publik dibatasi penumpang maksimal 50 persen.

Terkahir untuk pembangunan, renovasi perumahan, jalan dan jembatan tetap berjalan normal, kecuali bagi kecamatan zona merah dan hitam wajib ditutup.

“Ada 30 indikator dalam draft yang akan disiapkan untuk pembatasan pada Adapatasi Kebiasaan Baru nanti, semoga bisa tersosialisasikan dengan baik, dan kita bisa segera menuju zero Covid-19, meskipun hingga hari ini ada 11 kasus yang dinyatakan positif covid -19,” kata Acep, Minggu (5/7).

Semua pembatasan tersebut, meski ada yang berjalan dengan normal dan pembatasan jumlah pengunjung, namun protocol kesehatan tetap dijalankan, yaitu wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan tidak lupa untuk mencuci tangan.

(rls/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *