oleh

Rapat Pleno Terbuka Diwarnai Ketegangan, Anwar Musyadad Sentil Budiarta

RJN, Bekasi -Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi pada Selasa  dini hari (7/5) diwarnai ketegangan antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Berdasarkan rekaman video yang tersebar ketegangan dimulai ketika Wakil Ketua DPD Golkar yang saat itu sebagai Saksi Mandat, Budiarta memprotes hasil pleno karena ada perbedaan antara C1 dan DA1  PPK Kedung Waringin.

Budiarta mengambil contoh dengan berulang kali menyebutkan hasil perolahan suara PPP yang berbeda di Desa Waringin Jaya dan Desa Karang Sambung.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi, Anwar Musyadad yang saat itu berada lokasi untuk memantau geram dengan Budiarta yang terus menyebutkan PPP dalam rapat pleno.

Anwar tampak memprotes sikap Budiarta yang terkesan kecewa dengan hasil pemilihan dengan terus menyudutkan PPP. Seketika pentolan PPP ini menghampiri Budiarta sehingga menimbulkan ketegangan.

Di media sosial Anwar menuliskan mengaku aneh dengan saksi Golkar yang terkesan terlalu mengurusi partai berlambang ka’bah. “Masa saksi partai lain yang diurusin suara partai PPP terus, kan saya sbg pimpinan tidak merasa memberi mandat ke dia untuk urus suara PPP,”tulis Anwar.

Menurut Anwar, jika alasan Golkar suara antar caleg PPP tertukar sehingga menggagalkan Golkar mendapatkan dua kursi tidak masuk akal.

Budiarta dikonfirmasi mengakui adanya perselisihan dengan Anwar Musyadad. Ia mengaku tidak ada masalah pribadi dengan Anwar dan PPP.

“Dinamika politik beradu argumen. Kita menemukan ada perbedaan C1 dengan DA1 dibeberapa tps di Desa Waringin Jaya dan Karang Sambung. Saya ambil contoh itu. Itu kita namakan kelalaiaan tapi kok dibeberapa tps. Masa kami tidak boleh mempertanyakan itu ke penyelanggara. Bukan kami ngurusi PPP”terang Budiarta ketika dihubungi.

Budi mengatakan secara pribadi tidak ada persoalan dengan Anwar “Secara pribadi tidak ada masalah. Itu hanya di forum itu saja,”paparnya.

Budi mengkaim Golkar seharusnya berpotensi dua kursi di dapil V namun adanya kejanggalan membuat Golkar diprediksi hanya satu kursi. “Saya serahkan ke partai apa ke Bawaslu atau tidak terkait ada perselisihan suara,”tuturnya. (ziz/rjn)

Komentar

News Feed