Rahang Siswa SMKN 1 Cikarang Barat Patah Diduga Akibat Bullying Belasan Kakak Kelas

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pelajar SMKN 1 Cikarang Barat, korban dugaan bullying, tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Rahang korban patah akibat dianiaya belasan kakak kelasnya hingga harus dipasang selang makan untuk proses pemulihan.

i

Seorang pelajar SMKN 1 Cikarang Barat, korban dugaan bullying, tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Rahang korban patah akibat dianiaya belasan kakak kelasnya hingga harus dipasang selang makan untuk proses pemulihan.

BEKASI — Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh kasus dugaan perundungan. Seorang siswa SMKN 1 Cikarang Barat, Abdul Aziz, harus menjalani perawatan intensif setelah diduga menjadi korban pengeroyokan belasan kakak kelasnya.

Peristiwa memilukan itu membuat rahang Aziz patah sehingga harus dioperasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Saat ini, remaja tersebut hanya bisa makan melalui selang dan diperkirakan baru dapat pulih dalam dua bulan ke depan.

Baca Juga :  Dinggo Prayogo Memberikan Ilmu kepada Para Peserta Taekwondo Bekasi

Keluarga korban menyebut, Abdul Aziz dikeroyok oleh sekitar 13 siswa senior yang memukulnya secara bertubi-tubi.
“Bayangkan, anak seusia itu dipukul sampai rahangnya patah. Hati kami hancur. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan dan tidak ada lagi korban lain,” ungkap pihak keluarga dengan suara bergetar.

Kasus ini menimbulkan gelombang emosi publik. Banyak pihak mengecam keras tindakan perundungan yang dianggap bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk kekerasan serius yang bisa merenggut masa depan generasi muda.

Baca Juga :  Wali Murid Keluhkan Pungutan Tambahan dari Sekolah

Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan nyata bagi seluruh siswa.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa praktik bullying di sekolah tidak boleh dibiarkan dan harus dihentikan sejak dini. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
Alumni BEM Nusantara Matangkan Pelantikan Pengurus Besar, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:53 WIB

Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang

Senin, 1 Juni 2026 - 10:01 WIB

Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global

Berita Terbaru