Pasar Tumpah di Lemahabang akan Ditertibkan Jelang Arus Mudik

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terbitnya Revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2018, bukan hanya menjadi angin segar bagi para investor swasta saja. Perda teesebut juga membantu pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk menata ulang wilayahnya semakin tertata rapi.

Camat Lemahabang, Edi Prayitno, S.IP atau biasa disapa Prey mengatakan, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kecamatan Lemahabang sebagai wilayah perkotaan, maka penataan ruang di koordinasikan dengan Pemerintah Desa Lemahabang Kulon dan dibantu pihak Kepolisian Sektor Lemahabang.

“Kami dari pemerintah kecamatan sudah berkomunikasi dengan Kapolsek Lemahabang untuk menertibkan para pedagang yang berjualan di bahu jalan utama,” terangnya saat ditemui RakyatJabarNews.com di kantornya, Rabu (30/5).

Masih menurut Prey, pihaknya juga sangat membutuhkan bantuan dari para kuwu di Lemahabang, baik itu Desa Lemahabang dan Lemahabang Kulon. Karena hasil dari Musrenbang Kecamatan pada tahun 2017 lalu, menganggarkan dari Pagu Indiktif Kewilayahan (PIK) di Desa Lemahabang Kulon menuju wilayah Kecamatan Astana Japura.

“Adapun para pedagang yang mengganggu arus mudik Lebaran, maka kami meminta Kapolsek, Danramil, serta para kuwu agar direlokasi ke alun-alun Kecamatan,” jelasnya.

Sedangkan rencana revitalisasi Pasar Desa Lemahabang Karena, akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat. Karena Pasar tersebut milik desa, sehingga kewenangannya pun ada di Pemerintah Desa dan Lembaga BPD-nya.

Menurut pantauan awak media RakyatJabarNews.com, trotoar depan Pasar Senen Desa Lemahabang Kulon dan trotoar di seberang pasar yang merupakan batas antara Desa Lemahabang, kondisinya dipenuhi oleh lapak para pedagang kaki lima, sehingga jalan semakin sempit.

Padahal, jalan tersebut dikhususkan untuk kendaraan pengangkut tebu agar langsung masuk dari pintu timur Pabrik Gula Sindanglaut, dengan tujuan agar kendaraan truk pengangkut tebu tidak melalui jalan depan kantor Kecamatan Lemahabang dan tidak melewati rel kereta api Sindanglaut.

Seperti yang dituturkan oleh warga setempat, M.Nasir (46) kepada RakyatJabarNews.com, bahwa Pasar Senen kini menjadi sangat kumuh, juga banyak pedagang baru mengisi lahan di trotoar sehingga terlihat semakin semrawut.

“Sudah selayaknya pasar milik Desa Lemahabang Kulon direvitalisasi agar lebih rapi dan bersih, dan sebagai warga kami sangat mendukung,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Comment