Parah, Buku Pelajaran Anak TK Diajari Cinta LGBT

- Redaksi

Senin, 25 Desember 2017 - 13:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bogor – Kasus Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang lebih dikenal dengan hubungan sesama jenis makin berkembang pesat di Indonesia. Sampai-sampai ajaran ini telah menyusup ke dunia anak-anak. Belakangan ini beredar sebuah buku bacaan untuk anak TK yang mengajari mereka cinta LGBT. Ini terlihat dari materi yang tertulis dalam buku pelajaran yang meluas di media sosial.

Pasca-keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mengadili gu­gatan soal LGBT, pembahasan soal penyimpangan seksual ini ramai dibicarakan. Bahkan di Twitter, kata LGBT masuk trending topik.

Bersamaan dengan itu, me­dia sosial juga ramai beredar soal buku TK yang menga­jari anak-anak cinta LGBT. Seperti potongan halaman dari buku yang tersebar di jagat maya. ‘wi-di-a me-ni-ka-hi vi-vi. A-da wa-ria su-ka wa-ni-ta’, demikian petikan materi pelajaran yang beredar di buku TK yang belum dike­tahui judulnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sontak peredaran buku ini pun jadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) di Kota Bogor. Sekretaris Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bogor Jana Sugiana mengaku baru mengetahui adanya pereda­ran buku tersebut. Di Kota Bogor, ia mengaku belum menerima laporan. Namun, pengawasan ekstra yang dila­kukan pihak terkait akan tetap dilakukan.

Baca Juga :  Sijago Merah Ngamuk, SMK Yadika 6 Hangus Terbakar

“Ya termasuk sanksinya atas penyebaran buku itu. Maka­nya harus tahu dulu nama buku dan percetakannya. Ini harus segara kita tangani agar kelak tidak kembali terjadi,” tuturnya ketika dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Jana memaparkan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan para penyelenggara di dunia pendidikan guna meminimalisasi penyebaran buku berkonten negatif ter­sebut. Dirinya juga mengim­bau kepada seluruh masy­arakat untuk berhati-hati dalam menjadikan buku sebagai modul pembelajaran kepada peserta didik.

Sementara bagi masyara­kat yang menemukan hal tersebut agar segera mela­porkannya kepada pihak berwenang. “Kami akan terus lakukan pengawasan kepada seluruhnya untuk meminimalisasi penyebar­annya,” papar Jana.

Berdasarkan penelitian Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti, pemohon judicial review atau uji materi ter­hadap sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hu­kum Pidana (KUHP) yang mengatur soal kejahatan terhadap kesusilaan di Ka­bupaten Bogor, ia pun menunjukkan fakta men­cengangkan.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Beri Kuliah Wawasan Kebangsaan kepada 40 Peserta Pendidikan Kader Ulama

Euis menemukan ada 6.600 Laki-laki Seks Laki (LSL) pada Juni 2015. Angka itu meningkat menjadi 8.013 pada Desember 2015. Ironis­nya lagi, ia mengatakan bahwa anak-anak usia 11, 12 dan 13 tahun telah belajar berhu­bungan seks sesama jenis. ”Ini menakutkan kita semua karena lingkungan tidak aman buat kita. Seberapa hebat pun kita melindungi keluarga, (namun, red) ketika tidak ada sistem yang membangun lewat suatu instrumen kebi­jakan dan hukum, itu tidak kuat,” terangnya.

Bahkan, dokter spesialis kulit dan kelamin dr Dewi Inong Iriana menyebut bahwa bahaya LGBT sudah disusup­kan ke pendidikan anak-anak dan remaja. Seperti buku yang pernah beredar pada 2014. Buku tersebut telah disahkan Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan ten­tang pendidikan seks untuk remaja.

Dalam buku itu disebutkan, fakta menunjukkan bahwa kini identitas gender tidak lagi sebatas laki-laki dan pe­rempuan, boleh memilih dengan siapa kita tertarik secara seksual apakah he­tero, biseks, homo aseksual. “Maaf, anak-anak kita ter­nyata sudah diajari seperti ini dan kita lalai tidak tahu. Tidak heran, banyak sekali sekarang terjadi LGBT,” sindir Dewi.

Baca Juga :  SMK BKM2 Bekasi Jalin Kerjasama dengan KTB

Salah seorang tokoh agama Kota Bogor, Ahmad Fathoni, sangat menyayangkan atas terulangnya kasus buku pe­lajaran anak berkonten por­nografi. Hal tersebut meru­pakan indikator lemahnya pengawasan pemerintah terhadap peredaran buku bagi anak yang sesuai usianya. “Segera ditelusuri secara se­rius dan dan diberi sanksi berat. Karena ini terjadi pada buku khusus anak-anak yang belum siap secara usia,” je­lasnya ketika dikonfirmasi Metropolitan.

Dosen Psikologi Per­kembangan Universitas Ibn Khaldun Bogor, Santi Lisna­wati, menerangkan bahwa masa kanak-kanak merupa­kan masa penting pertum­buhan bagi manusia. Di mana anak secara aktif dapat merespons segala hal. Budaya, lingkungan dan teman se­permainan merupakan be­berapa faktor yang perlu diperhatikan saat anak me­masuki masa pertumbuhan. “Sosio kultural konteks mer­upakan faktor penting dalam mempengaruhi masa kanak-kanak,” tandasnya.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN Bojongsari 04 Punya Tiga Ruang Kelas Baru, Kini Berharap Lapangan dan Panggung Seni
Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Bukan Sekadar Lomba Cerpen, 15 Pelajar Bekasi Berebut Juara dan Karya Mereka Bakal Dibukukan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

SDN Bojongsari 04 Punya Tiga Ruang Kelas Baru, Kini Berharap Lapangan dan Panggung Seni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 17 September 2026 - 11:59 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB