Mrs. X Dirawat di RSUD Waled Cirebon, Ini Sosoknya

- Redaksi

Selasa, 30 Oktober 2018 - 05:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – RSUD Waled merawat pasien tanpa identitas yang berjenis kelamin perempuan (Mrs. X) akibat mengalami luka patah tulang di tiga bagian tubuhnya yang diakibatkan kecelakan tabrak lari di Desa Cikulak Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Sudah 2 minggu lebih merawat pasien Mrs. X yang di duga ODGJ, selain itu tidak ada dari pihak keluarga yang datang dan untuk biaya perawatannya sendiri hampir 30 jutaan.

Baca Juga :  Metland Hotel Cirebon Hadirkan Paket Buka Puasa All You Can

“Kami sedang berkomunikasi dengan pihak Dinsos, apabila sudah sembuh maka eks ODGJ merupakan kewenangan Dinsos”. Ungkap dr. Dwi pada media rakyatjabarnews.com saat ditemui diruang kantornya, Senin (29/10/2018).

dr. Dwi menambahkan pasien ODGJ paska oprasi akan dirawat sampai sembuh,”jelasnya.

Sedangkan menurut Kepala Ruang Pelayanan, Ari Tunjungsari menjelaskan kondisi pasien dalam 2 minggu lebih ini tidak bisa diajak berkomunikasi, untuk umur diperkirakan antara 60 tahunan.

“Walaupun ODGJ kita berikan pelayanan yang terbaik, karena Mrs. X ini untuk makan saja kami suapin bahkan untuk pempers saja kami beli secara berswadaya,”paparnya.

Baca Juga :  Overpass Tegal Gede Akan dilengkapi PJU di Pertengahan 2019

Sedangkan menurut Humas RSUD Waled, Haji Ucup menjelaskan jika Mrs. X diantarkan oleh pihak Kepolisian setempat berkat laporan warga adanya korban lakalantas (Red. Tabrak lari) di Desa Cikulak.

“Sampai hari ini pasien Mrs. X belum ada dari pihak keluarga yang datang mencari,”ujarnya.(ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru