RakyatJabarNews.com, Cirebon – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk Intan (13), salah satu korban selamat dalam tragedi ambruknya sanggar seni di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon hari Minggu (15/4) lalu, di Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon, Rabu (18/4), dengan didampingi oleh Dirut Rumah Sakit Gunung Jati Dr. Bunadi.
Setelah menjenguk dan berbincang dengan keluarga korban, Muhadjir mengatakan bahwa kondisi Intan sudah membaik dan sadar. Dan juga sudah bisa berkomunikasi walaupun masih dengan bahasa isyarat.
“Alhamdulillah sudah sadar dan membaik kondisinya. Masih bisa komunikasi walaupun memakai bahasa isyarat, karena rahangnya masih patah,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhadjir mengaku, Intan adalah siswi yang cukup berprestasi dan selalu dapat ranking di jelasnya, meskipun bukan ranking satu. Untuk itu, dirinya mempertimbangkan akan memberinya bea siswa.
“Ada skema untuk siswa unggul yang berprestasi. Nanti akan kami berikan bea siswa hingga tamat SMP,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya, Presiden Joko Widodo pun akan memberikan santunan namun tidak bisa disebutkan jumlah nominalnya. Selain itu, juga akan diberikan bantuan berupa gamelan bagi sekolah yang siswanya menjadi korban ambruknya sanggar seni tersebut.
“Sanggar seni yang ambruk juga akan kami berikan bantuan,” jelasnya.
Sedangan menurut Dirut Rumah Sakit Gunung Jati Dr. Bunadi, pengobatan Intan akan cukup lama, karena penyambungan tulang-tulang yang remuk. Seperti diketahui, Intan mengalmi remuk tulang rahang bawah dan paha kanan.
“Kita akan operasi, dimulai dari rahangnya dulu, kemudian pahanya,” pungkasnya.(Juf/RJN)









