Masih Buruknya Pelayanan E-KTP Pemerintah Kabupaten Pangandaran

- Redaksi

Sabtu, 8 Juli 2017 - 05:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com – Kembali, kinerja Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapat kritikan pedas. Buruknya pelayanan pembuatan e-KTP menjadi sorotan.

Rikal Dikri Muthahhri (22), warga RT 003 RW 001 Dusun Cikijing, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak mengaku kesal dengan buruknya pelayanan pembuatan e-KTP di Pangandaran.

“Hampir 10 bulan e-KTP saya belum jadi. Padahal saya membuat surat rekapitulasi data kependudukan e-KTP bulan September 2016, dan hingga kemarin tanggal 6 Juli 2017 e-KTP saya belum jadi,” ungkapnya,  Jum’at (07/07/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rikal berpegang pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjend Dukcapil) yang mengatakan, bahwa pembuatan e-KTP paling lama hanya 14 hari. Serta berdasarkan Keputusan dari pemerintah pusat khususnya Kemendagri tidak pernah mempersulit warganya untuk membuat e-KTP bahkan ada program SEMEDI (Sehari Mesti Jadi).

Baca Juga :  Pelayanan Umum di Kecamatan Lemahabang Tersendat Akibat Server Bermasalah

Ironisnya, Disdukcapil Kabupaten Pangandaran lambat untuk membuat e-KTP, dengan alasan blangkonya habis.

“Dirjend Dukcapil mengatakan bahwa pembuatan e-KTP paling lama hanya 14 hari. Dan ini dikatakan pada tanggal 22 Agustus 2016 lalu, otomatis blangko harusnya ada dong. Sesuai dengan redaksi dari Pak Dirjend tadi. Anehnya sampai saat ini e-KTP saya belum juga jadi dengan alasan blangkonya habis,” kata dia.

Baca Juga :  Tinjau Bantargebang, Wali Kota Pastikan Pembangunan Merata Dan Optimal

Dia menjelaskan pentingnya sebuah identitas. Bahkan Rikal menceritakan sulitnya pembuatan e-KTP di Pangandaran.

Kamis (06/07/2017) pukul 13:30 WIB Rikal mengecek ke Kantor Kecamatan Cimerak. Di pintu kantor tertulis surat dari Bupati Jeje Wiradinata bahwa blangko sudah ada sejak bulan April 2017.

“Lah ini ke mana saja tuh blangko selama 8 bulan, dikorupsi? Terus saya tanya ke petugas pembuatan e-KTP-nya. Mas e-KTP saya sudah jadi belum? belum Mas. Lah, saya sudah rekap dari tahun yang lalu? Iya Mas, maaf Mas. Insya Allah besok jadi. Besok ke sini lagi ya Mas,” cerita dia.

Baca Juga :  Polres Majalengka Gelar Musyawarah Guna Antisipasi Merebaknya Isu Santet

Ia pun berasumsi, jika pemiliknya belum datang buat mengambil meskipun blangko sudah ada, pasti belum dibuat.

Kritikan kinerja Pemkab Pangandaran pun kini menjadi viral di media sosial. Rikal memposting cuitanya tersebut melalui akun Facebook Rikal Dikri Muthahhri. Ragam komentar diberikan para Netizen.

Berikut, cuitan Rikal Dikri Muthahhri melalui akun Facebook yang berhasil didapat RakyatJabarNews.com.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran belum memberi keterangan. Mencoba dihubungi melalui pesan singkat belum mendapat tanggapan. (RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB