Lampu Merah Pabuaran Mati, Ini Kata Kasi Analisa Dampak Lalu Lintas

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Jalur Sindanglaut-Ciledug via Pabuaran merupakan Jalan Provinsi, sehingga rambu lampu merah yang mati atau rusak merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Analisa Dampak Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah saat di temui di bilangan Kecamatan Pabuaran, Selasa (23/1).

Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon dalam hal ini mengirimkan surat laporan kepada Dinas Provinsi bahwa ada rambu lalu lintas berupa Lampu merah di Kecamatan Pabuaran yang rusak.

“Ini merupakan wilayah kewenangan Provinsi sehingga kami hanya mengirimkan surat laporan pada Balai atau Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat bahwa ada Lampu merah yang rusak,” jelasnya.

Di contohkan Hilman, bahwa usaha perbaikan pernah ditempuh oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon. Namun, kerusakan pada rambu-rambu lalu lintas pada wilayah kewenangan pusat seperti Jalur Pantura dan kewenangan Provinsi tidak bisa diakses, karena tiap chip di lampu merah itu berbeda kode atau berbeda kuncinya.

“Kita ambil contoh pada saat rusaknya lampu merah di Kecamatan Plered yang merupakan wilayah kewenangan pusat. Pada saat itu, masyarakat menghujat Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon karena masyarakat tidak mengetahui jika chip dari lampu merah di Plered tidak bisa di buka oleh kunci Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Masih menurut Hilman, banyak problem yang tidak bisa dipecahkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon seperti halnya banyak pelanggaran oleh mobil truk pengangkut material galian C. Di situ, Dinas Perhubungan tidak bisa menilang pelanggaran di jalan raya, padahal sudah jelas berat tonase maksimal 8 ton. Namun pada kenyataannya melebihi berat maksimal.

“Ini merupakan dilema bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, di mana izin pertambangan di keluarkan oleh provinsi. Sehingga pelanggaran yang marak terjadi tidak bisa diterbitkan, karena dinas yang ada di Kabupaten Cirebon tidak bisa menutup usaha galian C yang merusak ruas jalan Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Comment