Lagi, Kali Bekasi Tercemar Limbah Busa Bau, Kadis LH Kota Bekasi: Masih Dalam Koordinasi

- Redaksi

Senin, 3 September 2018 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi– Masyarakat Kota Bekasi dikejutkan dengan kondisi air sungai Kali Bekasi yang menghitam dan berbusa serta mengeluarkan bau yang menyengat.

Diduga, Kali Bekasi tengah mengalami pencemaran cukup parah akibat limbah pabrik yang mengalir dari hulu, atau tepatnya dari aliran sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi mengakui bahwa kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar sejak satu minggu yang lalu.

“Seminggu terakhir kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar. Kualitas air, terutama derajat asama/basa- pH-nya tidak netral,” jelas Lutfhi, Senin (3/9/2018).

Menurutnya, air yang tidak netral dalam keadaan normal, tidak akan menghasilkan busa. Tapi, jika terjadi kocokan atau guncangan atau benturan, maka akan menyebabkan reaksi yang menghasilkan gas atau buih.

“Nah, saat terjadi hujan, maka terjadi benturan antara ion-ion pencemar yang ada di air, sehingga menghasilkan gas yang secara kasat mata karena berada di perairan berwujud busa atau buih,” lanjutnya menjelaskan.

Baca Juga :  Vietnam Libas Pakistan 3-0 Tanpa Balas

Salah satu solusi untuk menanggulangi pencemaran air di Kali Bekasi pun kata Lutfhi, perlu dilakukan restorasi. Pihaknya pun telah mengirimkan rekomendasi restorasi tersebut kepada pihak pusat atau Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

“Kondisi Kali Bekasi ‘kan memang sudah urgent yah. Solusinya harus direstorasi oleh Pusat. Dan kita sudah melakukan pengajuannya sejak Januari 2018 lalu,” akunya.

Baca Juga :  Nyumarno: Nelayan di Muaragembong Mengeluh Karena Dampak Limbah Pertamina

Kondisi air Kali Bekasi yang tercemar, pastinya akan mempengaruhi kualitas air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat Kota Bekasi.

Lutfhi pun membenarkan hal tersebut. Meski demikian, saat ini dirinya baru hanya sebatas berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanggulangan sementara kondisi Kali Bekasi.

“Sejauh ini kami selalu berkoordinasi dengan pihak Bogor. Kita juga sudah menutup pabrik-pabrik yang memang terbukti membuang limbah ke Kali Bekasi,” pungkasnya. (izi/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru